Wednesday, 4 May 2016

Derita Korban Perkosaan Belasan Pemuda Di Bengkulu

Kala itu di Sabtu siang yang terik, selepas belajar di sekolah, saat jarum jam menunjukkan pukul 12, Yuyun berjalan sendirian menyusuri kebun karet yang terletak di antara dusun 4 dan dusun 5, jalan yang memang biasa dilalui Yuyun setiap hari ini, nampak sepi, hanya sesekali saja Yuyun berpapasan dengan warga. kebetulan hari itu Yuyun kebagian piket dari sekolah untuk mencuci bendera yang akan digunakan di upacara Hari senin lusa, karena itulah Yuyun membawa Bendera tersebut pulang ke rumahnya. 

Sementara itu sekitar pukul 10 pagi beberapa pemuda desa sepakat patungan untuk membeli minuman tuak yang akan diminum bersama, hari itu seperti biasa para pemuda ini akan ngumpul bareng. Setelah uang terkumpul para pemuda yang sebagian besar adalah remaja putus sekolah ini kemudian membelikan uang tersebut tuak, lalu membawa minuman haram tersebut ke tempat mereka kumpul yaitu sebuah pondokan di kebun karet yang ada di tengah dusun 4 dan dusun 5. 

Yuyun terus berjalan berharap bisa lebih cepat tiba di rumah, agar bisa langsung mencuci bendera yang tadi dia bawa, namun tiba-tiba langkah Yuyun terhenti di saat beberapa pemuda yang semula sudah lebih dulu berada di kebun karet tersebut menghampirinya. Para pemuda ini mendekap mulut Yuyun. Karena Yuyun terus berontak, para pemuda yang dua di antaranya adalah kakak kelas Yuyun di sekolah tersebut mengikat tangan dan kaki Yuyun, setelah itu secara bergiliran belasan pemuda itu melampiaskan nafsu bejat mereka. 

Dua di antara pemuda pemerkosa yuyun sempat memukul kepala Yuyun dengan kayu karena Yuyun masih berontak, pukulan tersebut membuat Yuyun tidak bergerak lagi, tidak diketahui pasti apakah saat itu Yuyun telah meninggal atau hanya pingsan. 

Setelah puas mengagahi Yuyun, para pelaku kemudian melemparkan tubuh Yuyun ke semak-semak. Keluarga Yuyun semula belum mengetahui kejadian yang menimpa Yuyun, baru kemudian di hari Minggu, Keluarga sadar bahwa Yuyun menghilang. 

Bersama dengan warga sekitar, pihak keluarga mencari keberdaan Yuyun, beberapa pelaku juga pura-pura turut membantu mencari Yuyun. Saat itu pihak keluarga belum mengetahui bahwa Yuyun telah tewas. Empat hari setelah kejadian pemerkosaan itu, seorang warga melihat sesuatu yang mencurigakan di balik semak-semak. 

Ketika didekati tercium aroma yang menyengat, lalu warga tersebut memindahkan dedaunan yang menutupi sesuatu yang mencurigakan tersebut, dan betapa terkejutnya warga itu melihat mayat Yuyun yang sudah membusuk di balik dedaunan. Warga itu lalu melapor kepada polisi. Penemuan Jenazah Yuyun ini membuat gempar desa Kasie Kasubun. 

Tidak perlu waktu lama bagi polisi menangkap para pelaku, semula ada tiga pelaku yang ditangkap, kemudian dari tiga pelaku tersebut didapat identitas pelaku lainnya. Kini para pelaku pemerkosa Yuyun dituntut hukuman selama 10 tahun penjara.    

No comments:

Post a Comment