Tuesday, 3 May 2016

Jangan Jadi Burung Dara Jadilah Rajawali Yang Berani Terbang Tinggi



Menarik sekali membaca tulisan Rhenald Khasali tentang keberanian orang-orang dari sejumlah negara melakukan petualangan ke negeri orang meski dengan segala macam keterbatasan. Guru besar ilmu manajemen UI ini mengatakan "anak-anak kita sesungguhnya adalah Rajawali, bukan burung Dara. Tetapi secara psikologis dan tradisi, kita telah mengikat sayapnya, sehingga mereka tak bisa terbang tinggi. Mereka hanya menjadi "burung Dara" yang hanya bisa melompat ke atap gedung, lalu turun lagi ke bawah tidak jauh jauh dari rumah kita".

Banyak orang dari berbagai negara memutuskan pindah atau ekspansi ke tempat yang baru untuk meraih impian dan cita-cita, meski dengan sejumlah keterbatasan. Banyak warga dari sejumlah negara bertebaran di seluruh dunia untuk mencari kehidupan yang layak, mereka berani meninggalkan zona nyaman di negara asal mereka.

Tentu keberanian ini tidak serta merta datang begitu saja, perlu proses yang panjang untuk memiliki jiwa petualang, karena dalam perjalanan kehidupan di negeri orang pastilah akan menemukan seabrek persoalan hidup yang lebih rumit dibandingkan persoalan kehidupan di negeri sendiri. Bayangkan saja hidup tanpa teman dan keluarga yang biasanya selalu ada membantu di kala persoalan datang tapi kini semua persoalan harus dihadapi sendiri.

Gempuran persoalan yang datang silih berganti itulah yang kemudian membuat matang para petualang tersebut. Dalam tulisan Rhenald Khasali diceritakan pula kisah Columbus yang jadi bahan ejekan para pelaut lainnya dalam sebuah pertemuan gara-gara tersesat ke suatu pulau (sekarang Amerika) padahal tujuannya adalah ke India. Columbus mengatakan "Kalau Anda tak pernah tersesat, maka Anda tak akan pernah menemukan jalan baru", Kalimat Columbus ini mengisyaratkan bahwa hal-hal yang tidak diharapkan yang kita temui dalam perjalanan, seringkali merupakan jalan memperoleh sesuatu yang bernilai, bahkan lebih bernilai dari tujuan kita semula.

Coba kita lihat begitu banyak warga negara Cina, India, dan yahudi yang mengadu peruntungan di negeri orang, mereka hanya bermodalkan nyali dan tekad yang bulat untuk hijrah mengembangkan usaha mereka di tempat yang baru, segala macam bentuk kekurangan dan masalah, mereka sikapi sebagai sebuah tantangan bukan penghambat yang harus ditakutkan. Keberanian mereka untuk "terbang tinggi" tersebut patut dijadikan tauladan.

Rhenald Kasali mengunakan istilah Self Driving, dengan mengambil filosofi driver bukan passangers. generasi muda saat ini mampu mencari jalan keluar dari masalah sehari-hari yang mereka hadapi, hanya saja tradisi yang ada membenuk mereka menjadi passenger bukan driver. Passengers tidak pernah konsentrasi agar kendaraan bergerak di jalurnya, passengers hanya duduk manis sampai kendaraan berhenti karena sudah ada yang urus segalanya, berbeda dengan drivers yang harus full konsentrasi setiap saat, menjaga keselarasan kecepatan kendaraan agar tidak celaka. 
Menurut sudut pandang saya, biarkanlah anak-anak kita mencoba sendiri mencari jalan keluar setiap persoalan yang mereka hadapi, jangan cepat mengambil alih persoalan tersebut, mungkin mereka akan terseok-seok mencari jalan keluar untuk saat ini karena minimnya pengalaman dan pengetahuan, namun kemandirian dalam mencari jalan keluar tersebut akan membentuk dia menjadi pribadi yang punya nyali. Kemandirian inilah merupakan modal dasar untuk menjadi "Rajawali" yang berani terbang tinggi, bukan menjadi Burung Dara yang hanya berani terbang rendah di sekitar sangkarnya.     
(Sumber : Prof Rhenald Kasali)

No comments:

Post a Comment