Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

Sunday, 12 November 2017

Aneka Metode Khitan Modern

Khitan atau yang biasa disebut sunat merupakan kewajiban yang mesti dijalankan oleh seorang Muslim. Berkhitan umumnya dilakukan saat usia anak-anak, yaitu mulai dari umur 4 tahun, namun ada juga orang tua yang mengkhitan anaknya di usia yang lebih besar, dengan alasan agar si anak lebih berani saat dikhitan. 

Saat ini sudah banyak metode khitan modern dengan mengunakan beragam peralatan. 
Metode khitan modern ini diclaim banyak memiliki kelebihan dibandingkan metode khitan zaman dulu yang masih mengunakan peralatan tradisional seperti Bambu, pisau, gunting, dll. 

Di antara kelebihan yang ditawarkan dalam metode khitan modern ini adalah si anak tidak merasakan sakit yang berlebihan, sedikit mengeluarkan darah, proses kesembuhan relatif lebih cepat.

Berikut ini adalah sejumlah metode khitan modern yang kini banyak ditawarkan, diantaranya :

-Metode khitan dengan laser. 
Sebelum dilakukan khitan dengan laser, dokter akan melakukan bius lokal di sekitar area pangkal penis. kemudian dilakukan pengukuran seberapa panjang area yang akan dipotong. Setelah diukur, kulit penis yang akan dilaser diklem, lalu sinar laser ditembakkan ke klem tersebut. Selanjutnya klem dibuka. Agar tidak infeksi dan tetap steril, dokter akan memberikan obat anti infeksi dan penis pasien akan diperban.

-Metode Clamp.
Pada metode ini, digunakan alat yang terbuat dari plastik, untuk menjepit bagian kulit penis yang akan dibuang. Sebelum dilakukan penjepitan, dokter akan memberikan anestesi lokal. pengukuran juga dilakukan dalam metode ini. Setelah kulit penis terlepas, clamp dibiarkan terpasang pada penis pasien, dan akan dilepas 4 - 5 hari kemudian, sampai bekas luka mengering. Selama clamp belum dilepas, dokter akan memberikan obat anti infeksi untuk menjaga clamp dalam kondisi steril. Dalam metode ini, bekas khitan tidak perlu dijahit.

-Metode Electrocoutery
Metode ini sedikit berbeda dengan metode lainnya yang umumnya mengunakan alat khusus. Pada metode ini, bagian kulit penis yang akan dikhitan dipanaskan dengan suhu yang tinggi. Tidak butuh waktu lama, proses khitan dilakukan dengan waktu yang singkat.

-Metode flash cutter
Metode ini sama seperti metode Electrocoutery, yaitu sama-sama mengunakan suhu panas yang tinggi, hanya saja pada metode flash cutter, digunakan logam super tipis, yang tampak seperti benang. Suhu panas yang dihasilkan berasal dari battery. Alat flash cutter berukuran kecil, sehingga mudah dibawa kemana-mana, tidak heran, beberapa dokter yang memiliki alat ini, bersedia untuk melakukan khitan di rumah pasien.

-Metode ikat/lonceng
Pada metode ini dokter akan membersihkan semua bagian penis dengan mengunakan obat anti bakteri/anti infeksi. Setelah itu dilakukan pengukuran, Kulit penis yang diukur, diikat dengan benang khusus. Ikatan dibiarkan lama sampai kulit mati karena tidak mendapatkan aliran darah sama sekali. Setelah kulit mati, maka proses pemotongan dilakukan. Metode ini masih dalam perdebatan, apakah masih layak dilakukan atau tidak. 

  
Itulah beberapa metode khitan modern yang ada saat ini, tentu saja metode tersebut akan terus berkembang, mengikuti perkembangan dunia kedokteran yang begitu pesat. Boleh jadi hari ini sudah ada metode-metode lain yang lebih maju. waw allahualam bisowab.

Sunday, 1 October 2017

Sudah Cukupkah Bekal Kita Untuk Kehidupan Di Akherat Kelak?



Nama ustad yang sederhana dan bersahaja itu adalah Abdul Somad. Meski penampilan dan pembawaan bersahaja dan terkesan biasa biasa saja, tapi sejumlah materi ceramah yang ustad ini sampaikan sangat luar biasa, komplit, dasar hukumnya jelas, gaya bahasa yang mudah dimengerti,  murni dan tegas alias tanpa pesan sponsor, kalau salah dia pasti katakan salah. 

Saya sudah melihat sejumlah video ceramah ustad somad di youtube, banyak kajian menyangkut kehidupan manusia baik semasa di dunia maupun kehidupan akherat dibahas oleh ustad tamatan al azhar mesir ini, salah satunya adalah bekal kita menghadap allah SWT. 

Saat terbang ke mesir beberapa waktu lalu, ustad somad sempat bertemu dengan sejumlah dosen pengajar di al azhar. Menurut Ustad abdul somad, dosen-dosen al azhar tersebut sangat aktif menulis buku-buku agama. beberapa di antara mereka bahkan sudah menulis buku-buku agama yang kalau diukur panjang buku-buku tersebut sampai satu meter.

Melihat semangat dosen-dosen itu melakukan  syiar dan dakwah melalui buku, ustad somad merasa tidak ada apa-apanya di banding mereka yang sebenarnya sudah tidak muda lagi itu, usia mulai renta tidak menyurutkan semangat dalam diri mereka, bagi mereka tidak ada garis finish dalam hal mempersiapkan diri menghadap allah, hanya kematianlah sejatinya batas akhir mengumpulkan bekal buat kehidupan akherat. 

Mendengar ungkapan ustad somad yang merasa nothing than para dosen al azhar tersebut, saya kontan berpikir, bagaimana dengan saya, apakah sudah  banyak bekal yang sudah saya persiapkan, atau malah yang dianggap bekal selama ini ternyata sampah yang tidak ada gunanya.

Usaha ustad somad selama ini, syiar di daerah-daerah terpencil, tanpa mengenal waktu, melupakan rasa kantuk dan lelah, menanggalkan rasa rindu dengan keluarga demi kepentingan umat, bahkan dia tidak sempat menemani istri di saat melahirkan anak, semua itu dilakukan demi untuk kepentingan umat, menyebarkan ilmu-ilmu agama yang telah dipelajarinya selama ini, sehingga membuat banyak orang yang tadinya buta agama menjadi mengerti, yang tadinya bahlul menjadi pintar.  

sebegitu banyaknya yang sudah dilakukan ustad somad, namun dia masih merasa apa yang telah dilakukannya itu tidak ada apa-apanya di bandingkan dosen-dosen al azhar tadi, lalu bagaimana dengan bekal kita???

Coba kita lihat terjemahan ayat adz dzariyat 56 berikut ini "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada Ku".

Dan kita lihat pula terjemahan ayat al qiyamah 36 "Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan begitu saja tanpa pertanggungjawaban".

Melihat dua ayat di atas, jelas sekali dan mutlak bahwa bekal buat kehidupan akherat itu super penting, karena nantinya kita akan ditanya detail soal itu, Rasulullah saja bersabda bahwa orang mukmin yang paling cerdas adalah orang mukmin yang paling sering menginggat kematian dan paling bagus dan banyak bekalnya menghadapi kematian.

Semoga kita menjadi orang mukmin yang cerdas, yang memiliki bekal yang banyak untuk kehidupan akherat kelak. Amin ya robbal allamin.
    

Sunday, 3 September 2017

Pesawat Itu Mendarat Lagi Hanya Untuk Menjemputnya



Seorang wanita tua asal aljazair hanya bisa menangis di ruang tunggu bandara, setelah mengetahui dirinya ketinggalan pesawat yang akan membawanya ke Mekkah Arab Saudi. 

Wanita tua yang merupakan calon jemaah haji aljazair ini menolak ketika petugas bandara memintanya untuk pulang, karena pesawat sudah berangkat beberapa menit yang lalu. Petugas bandara khawatir melihat kondisi wanita tua ini yang sejak tadi terus saja menangis, mereka takut terjadi apa-apa atas kesehatan wanita tua tersebut, di samping itu ruang tunggu yang ditempati wanita renta ini akan dipakai oleh jemaah haji kloter berikutnya. 

Namun karena wanita tua itu bersikeras tetap berada di ruang tunggu akhirnya petugas membiarkan saja. 

Banyak di antara petugas bandara merasa kasihan kepada wanita tua ini namun sayang tidak Ada yang bisa mereka lakukan untuk membantunya. 



Sementara itu pilot pesawat merasakan adanya getaran pada bagian sayap sebelah kanan. Getaran itu tidak terasa ketika pesawat masih di bandara tadi, kru teknisi pun telah menyatakan pesawat dalam kondisi baik, dan layak terbang. Namun setelah pesawat mengudara beberapa saat di langit aljazair, getaran itu dirasakan oleh sang pilot. 

Pilot dan co-pilot mencoba untuk mencari tahu sumber getaran dan mencoba memperbaiki semampu mereka, sayangnya usaha mereka sia-sia, malah getaran itu dirasakan semakin kuat. khawatir dengan kondisi pesawat, akhirnya pilot memutuskan untuk kembali ke bandara tempat mereka lepas landas tadi. 

Sang pilot tidak mau mengambil resiko, menerbangkan pesawat dengan kondisi seperti itu, apalagi jarak tempuh masih jauh. Pesawat kemudian berbalik arah. Tidak berapa lama kemudian pesawat itupun mendarat. 

Sejumlah teknisi pesawat telah standbye di apron, rupanya mereka telah menerima laporan dari petugas traffic air control bahwa ada pesawat yang kembali ke bandara karena mengalami trouble saat mengudara. 

Setelah pesawat parkir di apron, seluruh penumpang pesawat yang merupakan jemaah calon haji itu diarahkan ke salah satu ruang tunggu yang telah disiapkan petugas, ruang tunggu tersebut merupakan tempat si wanita tua tadi berada. Kebetulan saat itu ruang tunggu yang lain di bandara masih dipakai.

Seolah sedang bermimpi, wanita tua itu melihat satu persatu teman satu kloter dengannya memasuki ruang tunggu. "apa aku sedang bermimpi", sebutnya dalam hati. Kemudian salah satu temannya itu menyapa si nenek, barulah dia yakin bahwa dirinya tidak sedang bermimpi. Teman-temannya yang tadi sudah terbang menuju Mekkah, kini ada di hadapannya.

Perasaan senang dan haru bercampur dalam hati sanubari wanita tua itu. Jeritan hatinya sejak tadi di ruang tunggu bandara ternyata didengar oleh Allah SWT.

Boleh jadi keinginan  yang begitu kuat dan kesungguhan niat memenuhi undangan Allah swt, membuat doanya di dalam ruang tunggu itu di kabulkan oleh allah swt. Berulang kali dia mengucapkan syukur di dalam hatinya.

Beberapa teman wanita tua itu turut menangis haru, setelah diceritakan apa yang dialami wanita tua itu. "Kalau allah Swt sudah berkehendak, sesuatu yang tidak terbayangkan oleh kita, bisa saja terjadi", kata salah satu temannya.   

Tidak berapa lama kemudian, pesawat telah selesai diperiksa. Kepala teknisi menyatakan pesawat layak terbang, keluhan pilot soal getaran di sisi kanan pesawat tidak lagi terasa.

Pilot dan Co-Pilot merasa aneh, karena getaran yang mereka rasakan di udara tadi benar-benar hilang.

Para calon jemaah haji mendengar pengumuman, bahwa mereka dipersilahkan untuk kembali ke dalam pesawat, karena pesawat akan segera berangkat menuju Mekkah Arab Saudi.

Lalu mereka pun masuk ke dalam pesawat, termasuk wanita tua yang ketinggalan pesawat. Tidak berhenti dalam hatinya memuji kebesaran Allah SWT, rasa syukurnya tidak hanya sebatas mulutnya saja, tapi keluar dari dalam hatinya.

Terdengar lirih dia berucap:
"Labbaika Allahumma labbaika, labbaika laa syariika laka labbaika, inal hamda wan ni'mata laka wal mulka laa syariika laka".
"Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah. Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah dan tiada sekutu apapun bagi-Mu. Sesungguhnya puji, nikmat, dan kekuasaan hanya bagi-Mu tanpa sekutu apapun bagi-Mu"

   

Wednesday, 5 July 2017

Almarhum Dipertemukan Denganku Melalui Mimpi



Sore itu udara kota Mekah sudah mulai sedikit adem, sinar matahari yang tadinya begitu terik dan terasa begitu menyenggat di kulit, kini perlahan mulai redup, sejumlah pohon tinggi besar yang ada di pinggir jalan menghalangi sinar matahari, sehingga kulit terasa lebih nyaman, waktu yang tepat untuk berkeliaran di kota Mekah. 

Aku memutuskan segera pergi menuju ke masjid ji`ronah yang merupakan salah satu tempat jemaah haji dan umroh melakukan miqat (berniat dan memakai ihrom) sebelum tiba di masjidil haram. Letak masjid ini kira-kira 25 KM dari kota Mekah.

Setelah prosesi miqad selesai dilakukan dan sudah memakai kain ihrom, Saya pun langsung menuju ke masjidil Haram. 

Sore itu suasana masjidil haram nampak ramai, sepertinya memang betul kata orang, masjidil Haram ini sepi hanya pada saat Kiswah / kain penutup kabah dibersihkan,  yang waktunya itu bertepatan dengan waktu wukuf di Arafah. Jika ada orang tidak berada di Arafah saat waktu wukuf tiba maka haji orang tersebut gugur, karena itulah semua jamaah berkumpul di Arafah, jadinya masjidil haram sepi pengunjung. 

Begitu sampai di pelataran bagian dalam masjidil haram, tempat kabah berada, aku berdoa kepada Allah swt, agar bisa dipertemukan langsung dengan ayah yang sudah meninggal belasan tahun yang lalu. 

Sebetulnya ada kekhawatiran di hati terkait doa tersebut, karena menurut pemikiranku, doa tersebut agak aneh bahkan bisa dikatakan nyeleneh. Bayangkan saja, minta dipertemukan dengan orang yang telah meninggal, bukankah alamnya saja sudah beda, namun karena doa itu sudah lama terpendam di hati sanubariku, dan aku diberikan kesempatan berada di tempat yang paling tepat untuk berdoa, karena semua doa yang diucapkan di sini pasti akan dikabulkan, Makanya niatku tetap bulat untuk memanjatkan doa tersebut, tentu dengan meminta maaf terlebih dahulu kepada Allah SWT. 

Aku pikir sesuatu yang tidak mungkin terjadi menurut kita, belum tentu sama dengan kehendak Allah, pokoknya bismillah saja. 

Berikut doaku saat itu : "Ya Allah aku ingin bertemu dengan ayahku di tempat ini, dan jika memang  Engkau tidak mengijinkan aku bertemu dengan almarhum, paling tidak temukanlah aku dengan orang yang sangat mirip ayahku". 

Setelah itu aku mulai melakukan tawaf. Mataku melihat satu persatu wajah jamaah lain yang berpapasan dengan ku. 

Begitu pula saat melakukan Sai dari Safa Ke Marwah, hampir seluruh wajah jamaah yang berada dekat ku tidak aku biarkan lolos dari pandangan mata ku. 

Selesai melakukan tawaf dan sai yang pertama, sepertinya doa ku belum dikabulkan, lalu akupun melakukan tawaf dan sai lagi, sambil berharap di kali kedua ini aku bertemu ayahku, dan ternyata masih nihil juga, aku pun melakukan lagi tawaf dan sai yang ketiga, ternyata tetap saja tidak terjadi seperti yang diharapkan. 

Akhirnya aku memutuskan untuk pulang, sempat ada rasa kecewa karena doa ku tidak dikabulkan, untungnya aku cepat sadar, mungkin doa ku itu memang nyeleneh, sehingga tidak dikabulkan, kekecewaan itupun perlahan sirna. 

Selepas sholat isya di masjidil Haram, aku kemudian pulang ke asrama departemen agama tempat aku tinggal selama di mekah. Badan terasa capek setelah melakukan tawaf dan sai tiga kali, karena itulah, begitu sampai di asrama, aku langsung menuju kamar. 

Setelah beberapa saat duduk dalam kamar, aku mengambil handuk yang tergantung di kursi, rasanya pingin segera mandi karena badan agak lengket akibat tadi mengeluarkan cukup banyak keringat. 

Setelah mandi dan makan beberapa roti, mataku mulai terasa berat, mungkin karena kecapekan, kulihat jam menunjukan pukul 22.30 waktu setempat, tidak berapa lama kemudian aku pun terlelap.

Aku terkejut setengah mati, melihat kakak ku dan ayah ku memanggil aku, saat itu kulihat dengan jelas sekali ayahku sedang duduk di kursi yang biasa almarhum gunakan, sementara kakak ku duduk di kursi yang ada di sebelah ayahku. 

Anehnya saat itu aku sadar bahwa aku sedang bermimpi, dan aku juga tahu bahwa melalui mimpi itulah jawaban doa ku tadi. Aku mendekat ke ayah ku, nampak jelas senyuman di wajahnya. meski jarak kami sudah saling dekat, namun tidak ada dialog sama sekali, hanya saling menatap sambil tersenyum.

Mimpi itu terasa sangat singkat sekali, tapi sangat berarti bagi ku, kerinduan ku kepada almarhum terlampiaskan dalam mimpi singkat itu, tidak itu saja mimpi itu juga membuat ku jadi semakin yakin bahwa doa yang dipanjatkan di masjidil haram pasti dikabulkan oleh allah SWT.     

Saturday, 24 June 2017

Saling Maaf Memaafkan Adalah Perbuatan Mulia Dunia Akherat



Salah satuhal yang paling patut dikhawatirkan adalah dosa kita kepada sesama manusia, baik itu karena kesalahan yang di sengaja seperti menyakiti dengan perbuatan dan kata, maupun kesalahan yang tidak disengaja, misalnya lupa menunaikan janji, memberikan harapan yang kemudian tidak terlaksana, gibah, dan lain sebagainya. Patutnya dosa sesama manusia ini kita khawatirkan karena manusia itu tidak ditakdirkan menjadi mahluk yang maha pemaaf, hanya allah swt saja yang maha pemaaf. 

firman Allah SWT dalam Al Qur'an Surah Asy-Syura : 42
"Sesungguhnya dosa besar itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di  muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih".

Pertanyaannya adalah akankah orang yang kita sakiti itu akan memaafkan kesalahan kita di dunia ini? hal itu adalah rahasia allah swt, yang penting kita terus berusaha menebus dosa kita itu, dengan diawali meminta maaf, jangan sampai orang  yang kita zhalimi tersebut lebih dulu mendoakan sesuatu yang buruk terjadi pada kita, karena doa orang terzhalimi akan dikabulkan allah. 

"hati-hati dengan doa orang terzhalimi, karena tidak ada penghalang antara doa mereka dengan allah" (hadist bukhari)

 Jika dosa menyakiti orang tersebut terbawa sampai mati maka semua orang yang kita sakiti itu akan datang kepada kita dan meminta pertanggung jawaban atas dosa yang kita telah lakukan kepadanya tersebut. Pahala yang ada pada kita akan diberikan kepada mereka, dan jika pahala tersebut habis maka kita harus menanggung dosa mereka.

Sesungguhnya umatku yang bangkrut adalah orang yang pada hari kiamat datang dengan shalat, puasa, dan zakat, tetapi ia selalu mencaci-maki, menuduh, dan makan harta orang lain serta membunuh dan menyakiti orang lain. Setelah itu, pahalanya diambil untuk diberikan kepada setiap orang dari mereka hingga pahalanya habis, sementara tuntutan mereka banyak yang belum terpenuhi. Selanjutnya, sebagian dosa dari setiap orang dari mereka diambil untuk dibebankan kepada orang tersebut, hingga akhirnya ia dilemparkan ke neraka.” (HR Muslim)

Untuk itulah di momentum yang baik ini yaitu di hari raya idul fitri 1438 H, marilah kita saling maaf-memaafkan atas kesalahan yang pernah kita lakukan. 

Apabila kita yang sakiti hati karena ulah orang lain, bukalah pintu maaf yang selebar-lebarnya, lupakan kesalahan orang tersebut, bukankah meminta maaf adalah bukti penyesalan atas perbuatan yang telah lalu, bagaimana mungkin kita tidak menjadi pemaaf sementara allah SWT saja, selaku pemilik bumi, langit beserta isinya maha pemaaf. 

Malu rasanya kepada Allah SWT jika kita bukan pemaaf, siapa diri kita ini, hanya mahluk yang tidak punya apa-apa, semuanya dipinjamin, hidup pun hanya menumpang di dunia ini. 

Jadilah pemaaf, karena tidak akan ditambahkan kepada pemaaf kecuali derajat kemuliaan di sisi Allah SWT.

Saya dan keluarga mengucapkan selamat merayakan hari raya idul fitri 1438 H, mohon maaf lahir dan bathin. 

Sunday, 18 September 2016

Ahli Ibadah Itu Akhirnya Masuk Perangkap Setan



Alkisah di suatu masa, hiduplah seorang ahli ibadah yang sangat taat. Setiap hari sang ahli ibadah ini mengisi kehidupannya dengan melaksanakan semua perintah dan menjauhi larangan Allah SWT. Di kesehariannya ahli ibadah bernama Badu ini tidak banyak melakukan aktifitas duniawi seperti kebanyakan orang, yang dia lakukan adalah aktivitas yang berhubungan dengan syiar agama Allah. Banyak orang yang ingin belajar tentang ilmu agama kepada Badu, dan Badu dengan ikhlas tanpa pamrih membagi semua ilmunya kepada warga.

Pada suatu hari Badu kedatangan seorang laki-laki yang mengaku berasal dari negeri nan jauh di seberang. Badu dengan senangi hati menerima tamu itu, meskipun dia belum pernah melihat orang tersebut sebelumnya. Badu menawarkan tamu tersebut menginap beberapa hari di rumahnya. Selama berada di rumah Badu, tamu yang ternyata jelmaan setan ini nampak sangat rajin beribadah, badu sangat kagum sekali dengan semangat tamunya itu dalam menjalankan ibadah, bahkan badu merasa ibadahnya selama ini tidak ada apa-apanya jika dia bandingkan dengan ibadah yang dilakukan tamunya tersebut. 

Badu memberanikan diri untuk bertanya kepada tamunya itu  "Wahai saudaraku", maukah engkau memberitahuku, apa yang membuat anda begitu rajin beribadah, " tanya Badu. "Aku merasa ibadah adalah hal wajib yang harus dijalankan", jawab tamu. Badu semakin kagum setelah mendengar penjelasan tamu tersebut. 

Selanjutnya tamu bertanya kepada Badu, "saudaraku apakah engkau bersungguh-sungguh ingin lebih rajin beribadah seperti aku, "iya saudaraku, bagaimana caranya, apa yang harus saya lakukan" jawab Badu. "jika engkau ingin rajin beribadah, ada tidak hal yang harus engkau lakukan, pertama, engkau harus berzinah, kedua engkau harus membunuh anak yatim dan ketiga engkau harus minum-minuman keras", kata tamu jelmaan setan tersebut. 

Badu terdiam seribu bahasa, pikirannya berkecamuk, dia sama sekali tidak menyangka tamunya itu menyarankan melakukan tiga hal yang selama ini tidak pernah dia lakukan, karena dia tahu jika melakukannya akan mendatangkan murka allah. Keesokan harinya, saat Badu pulang dari masjid menuju ke rumahnya, dia melihat seorang wanita cantik jelita sedang berdiri di depan rumahnya bersama anaknya yang masih kecil. 

Wanita yang ternyata jelmaan setan itu, memanggil Badu, "wahai engkau ahli ibadah, sudikah engkau datang ke rumahku, ada sesuatu hal yang ingin aku bicarakan kepadamu", kata wanita jelmaan setan tersebut. mendengar panggilan wanita itu, badu menghampirinya, dalam pikiran Badu, mungkin wanita ini butuh bantuannya. "ada yang bisa saya bantu", kata Badu kepada wanita itu. "aku ingin bertanya kepada anda, tapi sebaiknya jangan di sini, apa kata tetangga nanti jika kita berbicara berdua, takut menimbulkan fitnah, mari masuk ke dalam rumah", bujuk wanita itu. Badu menyetujui ajakan wanita tersebut, lalu mereka masuk ke dalam rumah. 

Ketika di dalam rumah, wanita itu mengajak Badu ke dalam kamarnya, tanpa rasa curiga, Badu mengikuti wanita itu masuk ke dalam kamar, wanita itu dengan cepat mengunci pintu kamar, lalu berkata, "bunuhlah anak yatim ini", Badu terdiam, dia teringat pembicaraan dirinya dengan tamunya tempo hari. Dalam hati Badu berkata, jika aku membunuh anak ini maka aku akan mendapatkan dosa besar, jangankan membunuh anak yatim, menyakiti anak yatim saja sudah termasuk dosa besar. 

Melihat Badu hanya diam, wanita itupun berkata, "jika anda tidak mau membunuh anak ini, maka berjinalah denganku". Badu tetap diam, dalam hati badu berkata, "zina merupakan salah satu perbuatan yang dibenci Allah, karena itulah zinah termasuk salah satu doa besar". wanita itu kembali berkata, "Jika engkau tidak mau berzinah denganku, cukuplah kiranya engkau meminum minuman keras ini. Kali ini Badu menuruti permintaan sang wanita jelmaan setan tersebut, menurut Badu, dari ketiga perbuatan yang ditawarkan, hanya minum minuman keras atau khamar inilah yang paling sedikit dosanya. 

Badu kemudian minum minuman keras yang disediakan wanita itu. Singkat cerita, karena meminum minuman keras tersebut, Badu kemudian mabuk, pikiran dan perbuatannya sudah tidak bisa dikontrol, akibatnya dua perbuatan yang sebelumnya dia tolak, akhirnya dikerjakan juga, Badu membunuh anak yatim itu, kemudian berzinah dengan wanita jelmaan setan tadi. 

Setelah peristiwa itu, Badu kemudian sakit-sakitan, karena kondisi kesehatannya terus saja merosot, akhirnya Badu meninggal dunia dengan membawa tiga dosa besar, yaitu berzinah, membunuh anak yatim dan minum-minuman keras. 

kisah ini mennunjukan betapa bahayanya minuman keras/khamar itu, pikiran yang sehat harusnya tetap terjaga, dan jangan dikotori dengan khamar, karena bisa merusak kehidupan, dikala pikiran sudah tercemar khamar, maka kita akan sulit sekali untuk mengontrol perbuatan, sehingga dengan mudahnya kita melakukan beragam perbuatan dosa. pasti bermanfaat.         

Friday, 8 July 2016

Ingin Kaya Ok, Halalkan Segala Cara No

Pada akhirnya nanti semua yang diimpikan dan dikejar siang dan malam, semua yang dikejar yang menyebabkan kaki jadi kepala dan sebaliknya, hanyalah barang titipan yang tidak bisa dimiliki selama-lamanya oleh kita, dan pasti akan diambil lagi oleh pemilik aslinya, hal itu adalah sebuah ke-niscahaya-an yang tidak ada seorang pun mampu mengelakkannya.

Sering Kita lihat dan dengar, banyak orang yang menghalalkan segala cara agar bisa mengapai mimpi-mimpinya, bagi mereka harta, pangkat dan jabatan adalah target utama kehidupan yang harus ada digengaman tangan, tidak peduli soal cara mendapatkannya.

Prinsipnya telah berubah, jika cara mencapai yang halal Susah dilakukan, kenapa tidak menempuh cara yang ilegal menurut syariat agama, dalam benak Mereka, yang haram saja susah apalagi yang halal.

Siapapun yang menghalangi akan dilibas, bila perlu digilas agar tidak mampu lagi memblokir jalan mereka untuk meraih keinginan nafsu mereka. Sepertinya mereka lupa, bahwa liang yang akan Mereka tempati nanti tidak cukup menampung Segala macam pernak pernik duniawi yang Mereka inginkan tersebut.

Sekalipun digali liang selebar lapangan bola agar Rumah,Emas dan permata,Mobil bisa dimasukan ke kiang itu, tapi  tetap saja akan percuma Karena tidak bisa mereka pergunakan lagi. Coba Kita lihat orang-orang di sekitar Kita yang sudah duluan dipanggil Allah, bukankah mereka hanya sendirian tanpa Teman, keluarga dan harta, hanya sekian meter Kain kafan yang dibawa selama berada di bawah tanah.

Orang-orang yang dicintai, baik itu keluarga, Teman karib, dan kolega, hanya sebatas garukan cangkul terakhir berada di dekat si mati, setelah itu Mereka meninggalkan si mati sendirian.

Setelah beberapa langkah pelayat terakhir terdengar menjauh, ujian pun dimulai, beberapa pertanyaan dengan tingkat kesulitan standar/mudah bagi Sebagian orang, tapi bagi Sebagian lainnya tidak demikian mulai dilontarkan, jika berhasil menjawab pertanyaan itu maka liang makam akan berubah menjadi tempat indah yang ngelink dengan surga, tapi jika tidak mampu menjawab, maka liang tersebut berubah menjadi tempat penyiksaan yang batas waktunya tidak bisa diketahui kapan akan berakhir.

Sederetan pertanyaan yang diajukan oleh panitia akherat (malaikat) tidak satu pun terkait jumlah harta yang dimiliki, atau pangkat terakhir mu apa. maka dari itu, marilah mengubah mindset masing-masing terkait target atau tujuan hidup di muka bumi ini.

Tidak ada larangan menjadi kaya atau punya pangkat/jabatan tinggi, nabi Muhammad sendiri adalah pengusaha yang sukses, bertangan dingin karena semua bisnis yang beliau jalani berhasil.

Jangan ubah keinginan menjadi kaya, hanya caranya saja yang harus syariah, tidak halal haram hantam, ingatlah liang Lahat Kita nanti hanya bisa menampung tubuh Kita, sementara semua yang Kita milikk akan Kita tinggalkan, tanpa sepeser pun ikut dikubur bersama Kita. 

Tuesday, 5 July 2016

Meski Ramadan Telah Pergi Tapi Beribadah Harus Tetap Berenergi



Saya teringat dulu sewaktu kecil sering melihat almarhumah nenek sering membuat sulaman kain dengan mengunakan tangan, kain yang tadinya tampak biasa-biasa saja menjadi indah dan elok dipandang mata. 

Banyak sekali sulaman pada kain yang merupakan hasil karya almarhumah, beberapa diantaranya menempel apik di dinding rumah, menjadi hiasan interior yang mempercantik semua ruangan di dalam rumah. Ingatan saya pada sulaman kain milik nenek ini, bukan muncul begitu saja di benak saya, ada sesuatu hal yang memancing memori tersebut mencuat di dalam ingatan saya. 

Hari ini kita sebagai umat muslim merayakan kemenangan dari perang melawan hawa nafsu selama satu bulan terakhir. Segala bentuk nafsu dibendung oleh saum yang kita lakukan, beragam ibadah yang wajib maupun sunat terasa ringan dilakukan, hubungan antar sesama manusia terjaga tanpa noda, kemurahan hati diobral tanpa pamrih. 

Semua itu kita lakukan tidak lain hanya untuk mencapai derajat taqwa dan meraih ridho Allah SWT. Kita diibaratkan santri yang kembali masuk pondokan untuk mengasah keikhlasan untuk tunduk dan patuh pada aturan Allah, hal itu merupakan mekanisme yang dibuat Allah agar kita kembali kepada Nya. 

Tentu selama sebelas bulan sebelumnya ada banyak noda di dalam diri kita, bulan ramadan yang telah berlalu itu sebagai pencuci noda-noda tersebut agar kita kembali fitrah. Saya ingin menganalogikan sulaman kain yang indah milik nenek saya tadi dengan semangat beribadah yang kita lakukan di bulan puasa kemarin. 

Ibaratnya kita sudah selesai membuat sulaman yang cantik dan elok dipandang mata selama satu bulan, alangkah ruginya kita yang sudah bersusah payah membuatnya kemudian menghancurkannya lagi, pintalan benang yang sudah terajut indah harusnya tidak terurai lagi.

Semangat kita beribadah selama bulan puasa tadi, seyogyanya mampu membuat kita tetap bersemangat melaksanakan ibadah, meskipun ramadan telah pergi. Tugas kita sekarang hanyalah menjaga semangat itu tetap ada sampai ramadan datang lagi, sehingga semangat itu selalu terjaga.

Jadikanlah semangat beribadah di dalam diri kita bagaikan sulaman kain cantik nan elok yang terpasang di dinding rumah selama-lamanya. Selamat hari raya idul fitri 1437 H, mohon maaf lahir dan batin.    

Sunday, 26 June 2016

Jangan Remehkan Ibadah yang Kecil Dan Ringan



Tidak sedikit orang menggangap semua ibadah di luar ibadah wajib itu adalah sesuatu hal yang kecil, padahal sejatinya ibadah tersebut ada tentu untuk diremehkan dan pasti ada manfaatnya. 

Salah satu ibadah tersebut Misalnya , mengucapkan basmalah ketika hendak makan. Perlu diingat bahwa makanan yang Kita makan itu akan dicicipi oleh setan ketika Kita makan tanpa mengucapkan basmalah, tentu rugi sekali kalau Kita membiarkan setan ikut menikmati makanan tersebut, padahal setan adalah satu-satunya mahluk tuhan yang harus dimusuhi Karena setan telah menabuh genderang perang kepada anak cucu Adam sejak ribuan tahun yang lalu.

Dari ‘Umar bin Abi Salamah, ia berkata, “Waktu aku masih kecil dan berada di bawah asuhan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tanganku bersileweran di nampan saat makan. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ » . فَمَا زَالَتْ تِلْكَ طِعْمَتِى بَعْدُ
“Wahai Ghulam, bacalah “bismilillah”, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang ada di hadapanmu.” Maka seperti itulah gaya makanku setelah itu. (HR. Bukhari no. 5376 dan Muslim no. 2022).

Ironis sekali memberikan makanan kepada musuh yang jelas-jelas akan menjerumuskan Kita. Jangan sampai kepada orang yang pernah memusuhi kita, kita benci sampai mati, sementara kepada setan justru Kita membuka kesempatan berdamai dengan Cara membiarkan mereka mencicipi makanan yang Kita makan. 

Itulah kenapa pentingnya untuk tidak meremehkan ibadah kecil meskipun ibadah itu bukan tergolong ibadah wajib. Selain tidak menganggap remeh, Kita juga harus membiasakan diri melakukan ibadah kecil tersebut, sebagai bentuk pelatihan diri agar terbiasa Dan menjadi pola dalam kehidupan sehari-hari. 

Tidak jarang kita lupa melakukan ibadah kecil Karena belum terbiasa melakukannya, coba saja hitung berapa Kali kita makan atau minum selama ini lupa mengucapkan basmallah, berapa kali Kita telah membiarkan setan turut menikmati apa yang Kita makan Dan minum?. 

Marilah Kita biasakan melakukan ibadah kecil itu untik menambah pundi-pundi pahala Kita, apalagi sekarang masih bulan ramadhan, pahalanya insya allah dilipat gandakan oleh Allah SWT.

Wednesday, 15 June 2016

Meski Tak Tampan Tapi Beristri Cantik Dan Sholeha



Rasul Muhammad SAW punya sahabat bernama julaibib. Secara fisik, sahabat yang sangat dicintai rasul ini terbilang kurang menarik secara fisik, lagi pula miskin dan bukan keturunan keluarga terpandang. Pokoknya julaibib bukanlah pemuda yang patut di minati oleh para gadis untuk dijadikan suami.

Suatu hari rasul berjumpa dengan Julaibib, Melihat Ada Julaibib rasul bertanya, "wahai Julaibib, kenapa engkau belum menikah, bukankah sepatutnya pemuda seusia anda sudah beristri", Julaibib menjawab, "gadis mana yang mau menikah dengan orang seperti Aku ini , Aku tidak tampan dan miskin". Rasul hanya diam setelah mendengarkan jawaban Julaibib.

Pada pertemuan berikutnya rasul masih bertanya hal yang sama dengan Julaibib, dan jawaban Julaibib tetap tidak berubah, bahwa dirinya tidak tampan dan miskin, sehingga semua gadis tidak akan mau dijadikan istrinya. Dari jawaban Julaibib tersebut rasul berkesimpulan bahwa sebenarnya Julaibib punya keinginan untuk menikah, hanya saja dia sadar betul, dirinya tidak memiliki modal untuk memikat wanita.

Akhirnya rasul inisiatif mencarikan Julaibib istri. Rasul datang ke rumah sahabat dari kalangan anshar. Setelah dipersilahkan masuk oleh tuan rumah, rasul kemudian mengutarakan tujuan kedatanganya ke rumah sahabat anshar tersebut. Rasul berkata "sahabatku, kedatanganku ke rumah anda ini adalah bermaksud meminang anak gadis mu".

Tanpa berpikir panjang, sahabat anshar tersebut langsung menerima Pinangan rasul. Bagi keluarga tesebut, menjadi besan rasul adalah suatu kehormatan. Sahabat anshar itu berkata, " kami menerima pinangan mu ya..rasul". rasul menjawab, "Alhamdullilah, tapi Pinangan ini bukan untukku, anak perempuan anda saya lamar buat sahabat saya Julaibib.

Mendengar penjelasan rasul, keluarga anshar tersebut kaget, mereka tidak pernah membayangkan menikahkan anak gadis mereka yang sholeha, cantik dan pintar dengan pemuda seperti Julaibib. "baiklah rasul, saya akan diskusikan hal ini dengan anak dan istri", kata tuan rumah. Sahabat anshar tersebut kemudian mendiskusikan lamaran rasul dengan istrinya.

Sudah diduga sejak awal oleh sahabat anshar, bahwa istrinya tidak akan sudi jika anak gadisnya dinikahkan dengan Julaibib. Anak gadis sahabat anshar yang dipinang rasul buat julaibib yang sedari tadi mendengar semua diskusi orang tuanya kemudian menyatakan bersedia dinikahkan dengan Julaibib, betapa kagetnya sahabat anshar dan istrinya mendengarkan pernyataan anak gadis mereka. Sahabat anshar bertanya, "Kenapa Kamu mau menikah dengan Julaibib, padahal dia tidak tampan, miskin dan bukan keturunan keluarga terpandang".

Si anak menjawab, "bukankah kita tidak boleh menolak untuk urusan yang sudah diputuskan allah dan rasul, “Dan tidaklah patut bagi lelaki beriman dan perempuan beriman, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah mereka telah sesat, sesat yang nyata” (QS. Al Ahzab : 36).

Mendengar jawaban anak gadis tersebut, rasul kemudian mendoakannya agar selalu mendapatkan kebaikan dan kehidupannya tidak susah. Akhirnya keluarga anshar itu menerima pinangan rasul. tidak berapa lama kemudian Pernikahan Julaibib dan gadis sholeha itu dilaksanakan.

Di hari pertama setelah resmi menjadi pasangan suami istri, datanglah seseorang ke rumah Julaibib untuk memberitahukan adanya panggilan jihad dari rasul. Dengan hati yang mantap, Julaibib memenuhi panggilan berjihad tersebut meskipun dia sedang berbulan madu, dia pun kemudian meninggalkan istrinya yang cantik dan sholeha untuk pergi ke medan perang.

Seperti biasa usai perang rasul menghitung seluruh pasukan untuk mengetahui jumlah sahabat yang gugur. Para sahabat mengatakan bahwa ada 7 pasukan musuh yang meninggal dan satu pasukan muslim, "siapakah yang meninggal itu", tanya rasul. "Julaibib ya rasul", jawab sahabat. lalu rasul berjalan ke arah jenazah Julaibib.

Rasul meletakkan kepala sahabat yang dicintainya itu kepangkuannya dan rasul mendoakan sahabatnya itu,""Sesungguhnya Julaibib ini sebahagian daripada aku dan aku ini sebahagian daripada dia". Rasul kemudian meminta kepada para sahabat mengali tanah untuk makam Julaibib. Rasul sendiri yang langsung memasukan jenazah Julaibib dan mendoakannya.

Al kisah istri Julaibib dikemudian hari sepeninggal Julaibib menjadi wanita kaya raya, konon sedekahnya paling besar saat itu di madinah. Doa rasul kepada allah untuk istri Julaibib benar-benar di kabulkan allah SWT.  

Sunday, 3 April 2016

Jangan Menyesali Sesuatu Yang Terjadi




Banyak di antara Kita atau mungkin hampir semua orang pernah menyesalkan sesuatu terjadi, dengan mengatakan begini " seandainya saya tidak pergi, saya tidak akan mengalami hal ini", atau "kalau saya tidak makan makanan itu, saya tidak akan sakit perut seperti ini", atau ungkapan lainnya sebagai bentuk penyesalan telah melakukan sesuatu yang Menurut Kita menjadi penyebab terjadinya suatu peristiwa yang Kita sesalkan terjadi. 

Menyesali sesuatu yang terjadi di kehidupan Kita adalah suatu perbuatan yang tidak dibenarkan karena semua yang terjadi adalah atas seizin Allah SWT, menyesali suatu kejadian artinya Kita telah mengeluh dan menyatakan keberatan atas sesuatu yang sudah ditetapkan Allah. 

Coba baca hadis berikut ini : 

Diriwayatkan oleh Abu huraira, Rasululah bersabda : " orang Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah SWT Dari pada orang Mukmin yang lemah. Pada masing-masing terdapat kebaikan, Maka capailah itu dengan sungguh-sungguh apa yang berguna bagi mu, mintalah pertolongan kepada Allah SWT dan janganlah kamu menjadi orang yang lemah, apabila kamu tertimpa musibah, Makanya janganlah kamu mengatakan " seandainya saya tadi berbuat begini Dan begitu, Maka niscahaya tidak akan terjadi begini Dan begitu", tapi katakanlah semua ini sudah takdir Allah SWT Dan apa yang dikehendaki Nya pasti akan terjadi, karena sesungguhnya ungkapan kata seandainya akan membuka jalan menuju perangkap setan" (Muslim). 

Marilah Kita terus belajar Dan melatih diri agar bisa menerima ketentuan Allah SWT yang terjadi di kehidupan Kita untuk hal hal yang tidak Kita harapkan, janganlah lupa tampak buruk Menurut pandangan manusia, belum tentu buruk Menurut pandangan Allah. 

Penyesalan hanya pantas untuk perbuatan dosa yang kita telah lakukan, sebagai upaya awal pencegahan agar tidak melakukannya lagi.

Wednesday, 30 March 2016

Anak Sholeh/Sholeha Investasi Akherat Orang Tuanya


Ada tiga amalan yang terus akan dinikmati manusia meskipun sudah meninggal, yaitu : Memberikan ilmu yang bermanfaat, sedekah jariyah dan doa anak yang sholeh/sholeha

"Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim)


Banyak ganjaran pahala yang Allah janjikan untuk orang-orang yang mengerjakan ibadah, baik itu yang wajib maupun yang sunnah, hanya saja pahala ibadah tersebut akan terputus ketika yang bersangkutan meninggal dunia, berbeda dengan tiga Kebaikan tadi yang pahalanya itu terus mengalir. 

Melihat hadis di atas yang mencantumkan doa anak sholeh adalah salah satu amalan yang tidak putus bagi orang tua mengisyaratkan bahwa anak sholeh itu bisa menjadi investasi akherat bagi orang tuanya, oleh karena itu penting sekali buat Para orang tua membentuk kepribadian anak-anaknya sesuai tuntunan Islam, agar mereka menjadi anak yang sholeh Dan sholehah. 

Untuk membentuk anak yang memiliki kepribadian islami tentu bukankah pekerjaan yang mudah, tapi bukan pula sesuatu yang sangat sulit, seperti diketahui bersama, anak itu ibarat cetakan kue kosong yang siap dibentuk, mau dibentuk seperti apapun mereka sangat bergantung Dari lingkungan di sekitar mereka, tentu utamanya adalah lingkungan keluarga dalam hal ini adalah orang tua mereka, ketika si anak masih kecil dan di kala waktunya banyak dihabiskan bersama orang tua, Maka yang mereka tiru adalah kebiasaan orang tuanya, jika tingkah laku orang tuanya islami maka si anak akan islami pula, hanya saja perlu stimulasi yang berkelanjutan agar tingkah laku islami tersebut tidak hilang, didiklah anak Kita sejak mereka masih kecil, semakin cepat memperkenalkan ajaran agama maka semakin baik buat kepribadian mereka, tapi tentu disesuaikan dengan kapasitas umur mereka, jangan dipaksakan. 

Semoga anak-anaknya Kita menjadi anak yang sholeh/sholeha, aminn

Thursday, 24 March 2016

Jangan Remehkan Kebaikan Sekecil Apapun




Saya Masih ingat cerita seorang pelacur yang masuk surga Gara-Gara menolong seekor anjing yang kehausan di tengah padang pasir, sang pelacur  mengorbankan dirinya Demi seekor anjing meskipun sebenarnya pelacur itu juga kehausan. 

Bertahun-tahun pelacur itu melakukan maksiat, sudah tidak tau lagi berapa besar dosa yang telah dia lakukan, namun semua dosa yang dia lakukan itu terkikis abis hanya karena telah menyelamatkan nyawa seekor hewan. 

Rasululloh Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Jangan sekali-kali kamu meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun (hanya) kamu bertemu dengan saudaramu dalam keadaan tersenyum.” (HR. Muslim).

Berikut ini adalah beberapa perbuatan baik yang sering Kita jumpai di kehidupan sehari-hari, perbuatan baik ini sangat ringan sekali, Nyaris tidak menyusahkan Kita kalau Kita lakukan, tapi tentu ringan bagi yang punya keikhlasan untuk melakukan nya Dan bagi yang tahu ganjaran pahala yang akan didapat

1. Menolong Binatang

-Sering Kita lihat semut atau lalat Dan teman-teman nya kecebur dalam gelas minuman Kita atau ke dalam mangkuk kita, sebaiknya tolonglah mereka, karena bisa jadi itu penyebabnya Kita dapat ampunan Dari Allah SWT di akherat kelak, ingat kisah Pelacur Masuk Surga.

-Tidak jarang Kita melihat seekor anak bebek maupun seekor anak ayam yang berkotek terus Gara-Gara ketinggalan induk Dan saudara-saudaranya, tidak ada salahnya Kita antarkan si anak ayam atau bebek yang Malang itu ke Keluarganya, jika kita tau pasti dimana Keluarganya tersebut berada, bukan suatu perbuatan baik yang besar bahkan bagi sebagian besar orang bisa saja terkesan berlebihan/lebay, meskipun demikian boleh jadi perbuatan tersebut menyebabkan Kita di mudahkan Allah SWT berkumpul dengan keluarga Kita di Surga kelak.


2. Menemukan Sesuatu Yang Bisa Melukai Seseorang

Saat Kita sedang berjalan kaki ataupun sedang naik motor seringkali Kita melihat ada paku atau benda berbahaya lainnya berada di tengah jalan, kalau dibiarkan tentu sangat membahayakan orang, karena itulah sebaiknya benda itu Kita singkirkan dulu agar tidak ada orang yang terluka, sekilas menyingkirkan benda tersebut adalah perbuatan baik yang sangat kecil derajatnya, namun boleh jadi perbuatan kecil itu nantinya dapat memudahkan Jalan Kita ke surga.


3. Menolong Sesama Manusia

-Saat menulis artikel ini saya ada di dalam kereta, saya sempat melihat ada seorang pemuda secara sukarela memberikan tempat duduk kepada seorang ibu yang sedang mengendong anaknya sambil berdiri, meskipun pemuda itu tidak duduk di kursi prioritas. 

-ada pula seorang wanita muda memberitahukan kepada seorang pria tua yang sedang berdiri sambil senderan di pintu kereta, nampak pria paruh bayah itu sedang kelelahan, wanita muda itu khawatir jika pintu kereta terbuka maka pria tua itu akan terjatuh, 
Apa yang dilakukan pemuda Dan wanita ini nampak ringan tapi boleh jadi Allah akan melapangkan rejekinya atau menyusahkan segala urusannya.


Masih banyak lagi sebenarnya perbuatan baik  yang kecil Menurut pandangannya manusia padahal ganjarannya sangat besar sekali, Makanya nabi Muhammad sudah mengingatkan Kita semua agar tidak memandang enteng perbuatan-perbuatan baik tersebut, marilah Kita bergegas Dan berlomba melakukan perbuatan baik yang kecil tersebut, selain berharap ridho Allah, juga buat melatih diri agar mudah melakukan perbuatan baik yang lebih besar, insya Allah.

Saturday, 12 March 2016

Andaikan Allah Tidak Menyimpan Aib Manusia


Heran juga melihat banyak orang merasa lebih bersih, lebih pintar, lebih alim,lebih suci sehingga selalu memandang orang lain itu Sebelah mata, seolah dirinya itu adalah manusia super serba istimewa, padahal sudah ada falsafah kuno yang sejak dulu telah mewanti-wanti agar jangan punya perasaan seperti itu tadi, "tidak ada gading yang Tak retak", atau " di atas langit masih ada langit". Andai saja Allah SWT tidak menyimpan aib setiap manusia, pastilah mereka tidak akan berani menyatakan dirinya paling suci, alim, dan memandang rendah orang lain. 

Perlu diingat bahwa Allah SWT menyimpan aib kita bukan bertujuan agar kita bisa berakting serba baik, serba suci, melainkan agar kita bisa introspeksi diri, untuk tidak melakukan aib itu lagi, jadi semacam kelonggaran waktu untuk berubah, namun jika kita masa bodoh atas aib yang kita lakukan, dan terus melakukan aib tersebut, maka itu artinya kita sendiri yang berkeinginan membeberkan aib tersebut.

Sebagai contoh beberapa kali artis artis tanah air ditangkap polisi sedang pesta shabu, mungkin selama ini kita tidak menyangka artis yang bisa jadi selama ini idola banyak orang tersebut pakai shabu, tapi karena aib tersebut (nyabu) terus dilakukannya maka akhirnya aib tersebut diketahui banyak orang, contoh lainnya, ada artis ditangkap polisi beberapa waktu lalu gara-gara mencabuli seorang ABG pria, perbuatan tersebut sempat dilaporkan korban kepada polisi, coba saja lihat penampilan artis tersebut selama ini, siapa yang sangka dan menduga kalau dia melakukan perbuatan kaum nabi luth tersebut, padahal pembawaannya sangat religius sekali, begitu pula gaya berpakaiannya, ajaran agama seolah benar-benar menjadi standarisasi hidupnya, tapi ternyata kelakuannya seperti itu, hanya karena Allah SWT menyimpan aibnya selama ini, Makanya banyak orang tidak tahu seperti apa dia sebenarnya. 

Mungkin masih banyak contoh-contoh lainnya yang ada di sekitar kita terkait hal ini, maka dari itu tidaklah patut diri kita merasa lebih ini dan itu dari orang lain, apalagi jika memandang orang lain di bawah diri kita, jauh lebih baik kita hitung saja kesalahan atau dosa diri sendiri yang merupakan aib diri kita dari pada menghitung aib orang lain, Dan ingatlah terus  kepada aib kita agar kita malu jika ingin menyombongkan diri di hadapan orang lain.

Saturday, 5 March 2016

Jangan Pernah Sibuk Menilai Orang Lain

Seorang alim ulama ditanya oleh seseorang tentang suatu perkara, "kyai, mana yang lebih baik, teman saya badu atau teman saya fulan, kalau si badu ibadahnya biasa saja, tapi dia orangnya baik sekali, tidak sombong, suka menolong, tidak pernah memandang rendah orang lain, karena itulah banyak yang menyukai badu, sementara fulan, sangat rajin ibadahnya, dia tidak hanya mengerahkan sholat fardu tapi sholat sunnah juga rajin dia lakukan, puasanya juga demikian, tidak hanya puasa wajib di bukan ramadhan dia kerjakan tapi juga puasa Daud tidak pernah dia tinggalkan, sedekahnya juga rajin, tapi sayang orangnya sombong, suka memandang rendah orang lain, suka marah ngak jelas, selalu mementingkan diri sendiri dari pada orang lain, Makanya banyak yang tidak menyukai fulan", Tanya orang tersebut. 

Setelah mendengarkan dengan seksama pertanyaannya orang tersebut, lalu Ulama ini menjawab, " semoga suatu hari nanti dengan kebaikan yang Badu lakukan, Allah SWT akan memberikan hidayah Nya kepada Badu, sehingga Badu menjadi ahli ibadah, sementara Fulan semoga suatu hari nanti akan mendapatkan petunjuk, sehingga ibadahnya semakin rajin Dan meninggalkan sifat-sifatnya yang membuat orang tidak menyukainya", jawab Ulama, "Tidak ada yang lebih baik antar keduanya, yang pasti Kita yang lebih buruk Dari mereka, karena sibuk menilai orang lain Dan tidak menilai diri Kita sendiri, padahal sudah sepatutnya Kita menyibukkan diri menilai/menghisab diri sendiri ,sebelum Kita menghadapi masa penghisaban nanti di akherat" jawab Ulama lebih lanjut. 

Setelah mendapatkan penjelasan Dari Sang Ulama, orang itu pun pergi, Dan sejak hari itu dia tidak lagi menilai orang lain, tapi selalu menghitung perbuatannya sendiri, dia menyiapkan dirinya untuk menghadapi masa penghitungan yang sebenarnya di akherat kelak.

Tuesday, 1 March 2016

Keajaiban Sedekah, Sedekah 6 Dirham Diganti 60 Dirham

Pada suatu hari Ali Bin Abi Tholib terlihat kalut, hari itu sahabat nabi Muhammad sekaligus menantunya itu tidak punya sepeser pun uang untuk membeli kebutuhan sehari-hari, Fatimah sang istri sangat tanggap melihat kegusaran suaminya, lalu fatimah berkata, "suamiku bawalah kain ini ke pasar, jual kain ini dengan harga 6 dirham, tidak usah mahal-mahal nanti menyusahkan pembelinya, kalau sudah laku, belikan uang tersebut kebutuhan kita sehari-hari". 

Lalu Berangkatlah Ali membawa kain simpanan Fatimah Ke pasar untuk dijual, tidak perlu waktu lama, kain itu laku terjual dengan harga 6 Dirham, mungkin karena harganya murah sehingga ada yang minat terhadap kain tersebut. 

Setelah kain laku terjual, lalu Ali berjalan menuju lapak pedagang untuk membeli kebutuhan sehari-hari, namun belum sampai ke lapak pedagang, ada seorang pengemis meminta sedekah kepada Ali, saat itu Ali berfikir bahwa bisa jadi pengemis ini belum makan lebih lama dibandingkan dirinya, lalu uang 6 Dirham hasil penjualan kain Fatimah, diberikan semuanya kepada sang pengemis. 

Ali kemudian memutuskan pulang ke rumah karena tidak ada lagi uang untuk membeli kebutuhan keluarganya. 

Baru berjalan beberapa langkah, Ali melihat ada seseorang berjalan dengan membawa onta mengarah ke posisi dia berdiri, orang tersebut ternyata ingin menawarkan ontanya kepada Ali dengan harga 100 Dirham,"Bapak mau beli onta saya, harganya hanya 100 Dirham, apakah Bapak berminat", tanya Penjual onta, "maaf saya tidak punya uang sebanyak itu, jawab Ali, "begini saja pak, bapak bantu saya menjual onta ini 100 Dirham, nanti terserah bapak mau jual berapa yang penting kasih ke saya 100 Dirham", Ali setuju dengan kesepakatan itu, lalu Ali membawa onta tersebut keliling pasar untuk dijual. 

Setelah keliling menawarkan onta tadi, tiba-tiba ada seseorang tertarik untuk membeli onta tersebut, orang itu bertanya"berapa harga onta anda ini", ini bukan onta saya, saya hanya bantu menjualnya, tadi pemiliknya mengatakan harga onta ini 100 Dirham", Jawab Ali, " Baiklah, onta ini saya beli 160 Dirham",kata pembeli, lalu Ali memberikan 100 Dirham kepada pemilik onta, sementara 60 Dirham sisanya dia bawa pulang. 

Setiba di rumah, uang 60 Dirham diberikan Ali kepada istrinya, Fatimah terkejut melihat uang hasil penjualan kainnya, karena semula Fatimah meminta dijual hanya 6 Dirham, Ali kemudian menceritakan peristiwa yang dia alami di pasar kepada Fatimah. 

Keesokan harinya Ali menemui Mertuanya Nabi Muhammad dan menceritakan semua yang dia alami, lalu Nabi Muhammad berkata, "Tahukah kamu wahai Ali, siapa pemilik onta dan siapa yang membeli onta tersebut", "Tidak tahu ya rasullah", jawab Ali, "Pemilik onta itu adalah malaikat Jibril dan yang membeli onta itu adalah malaikat Mikail, Allah SWT ingin memberikan ganjaran atas sedekah 6 Dirham yang kamu berikan kepada pengemis", Kata Nabi Muhammad.            

Tuesday, 23 February 2016

Andai Baca Sampai Tuntas, Malaikat Nampak Tanpa Penghalang


Pada suatu malam, seseorang bernama Usaid membaca Surat albaqarah. Tak jauh dari posisi Usaid nampak anaknya sedang tidur pulas dan kudanya yang ditambatkan di sebuah pohon besar. Saat sedang khusuk mengaji, tiba-tiba kuda Usaid mengangkat kakinya sambil mengeluarkan suara. Kuda tersebut tenang kembali saat Usaid berhenti mengaji.

Di saat kudanya sudah tenang, Usaid pun kembali melanjutkan bacaannya tadi, begitu mulai membaca , entah kenapa kuda itu kembali mengangkat kakinya dan mengeluarkan suara. Begitu seterusnya. Usaid sempat binggung melihat tingkah kuda tersebut, namun dia tidak menemukan keanehan apapun di sekitar lokasi  tempat dia berada, yang mungkin Memicu kudanya bereaksi seperti itu. 

Kemudian Usaid melihat ke arah anaknya yang lagi tidur pulas, dia berfikir ngak mungkin anaknya yang menyebabkan kuda bertingkah begitu karena anaknya sedang tidur. 

Tidak berapa lama tiba-tiba mata Usaid yang sejak tadi melihat ke sana dan kemari, melihat sebuah objek putih melesat ke langit, lalu menghilang. Usaid kembali binggung, dan bertanya dalam hati, apa yang dia lihat barusan, dia merasa baru kali ini melihat cahaya tersebut. 

Keesokan harinya Usaid mencari rasullah, untuk bertanya tentang cahaya yang dia lihat semalam. Setelah bertemu Rasullah, Usaid pun menceritakan pengalamannya semalam, lalu Rasullah bertanya : " apakah Kamu menyelesaikan bacaanmu", Tidak Ya Rasul karena anak saya sedang tidur di dekat kuda yang seolah ketakutan itu, lalu Rasul bertanya lagi, "tahukah kamu cahaya apa yang kamu lihat tadi malam", saya tidak tahu ya Rasul, jawab Usaid. 

Kemudian Rasul menjelaskan, Yang Engkau lihat itu adalah Malaikat yang mendekat untuk mendengarkan bacaanmu. Seandainya Engkau selesaikan bacaan tersebut sampai pagi, niscaya pada waktu pagi hari manusia bisa melihat Malaikat itu tanpa penghalang". 

Kisah Usaid ini menunjukan bahwa malaikat sangat senang sekali mendengarkan ayat-ayat suci alquran yang dibacakan oleh manusia, Para Malaikat akan mendekat untuk mendengar bacaan Kita, maka dari itu agar Rumah Kita dikunjungi Malaikat, sering-seringlah baca alquran di Rumah.






Thursday, 4 February 2016

Di balik Kesulitan Pasti Ada Kemudahan


Pagi tadi Briptu Aan (nama samaran) melihat jasad seseorang dalam posisi tergantung di sebuah pohon yang ada di halaman kantornya, Briptu Aan menduga, orang tersebut memang sengaja bunuh diri. 

Saat itu selepas piket malam, Briptu Arman menaikkan bendera dan memadamkan sejumlah lampu, dia juga tidak lupa  merapikan kendaraan yang parkir di area kantornya, ketika merapikan kendaraan itulah, mata Briptu Arman melihat ada orang tergantung di pohon, leher orang tersebut terjerat seutas tali, Arman kemudian mendekat untuk tahu siapa orang yang tergantung itu, lalu  betapa terkejutnya Arman setelah tahu bahwa orang yang gantung diri itu adalah Briptu Jhon (nama samaran), temannya sendiri. 

Belum ada informasi apa penyebab Jhon nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Seperti diketahui bahwa Allah sangat membenci seseorang yang melakukan bunuh diri, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kami saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu  sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” (QS. An-Nisa'[4] : 29).

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu , Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :
“Siapa yang bunuh diri dengan senjata tajam, maka senjata itu akan ditusuk-tusukannya sendiri dengan tangannya ke perutnya di neraka untuk selama-lamanya; dan siapa yang bunuh diri dengan racun, maka dia akan meminumnya pula sedikit demi sedikit nanti di neraka, untuk selama-lamanya; dan siapa yang bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari gunung, maka dia akan menjatuhkan dirinya pula nanti (berulang-ulang) ke neraka, untuk selama-lamanya.”( Hadits 86. Shahih Muslim).

Hanya Allah SWT yang menentukan kapan seseorang itu meninggal dunia, tidak ada satu pun manusia atau mahluk apapun yang berhak mengakhiri hidup manusia, kecuali dengan alasan kuat yang dibenarkan ajaran agama islam.
Dikatakan pula jika tanpa alasan yang dibenarkan maka membunuh satu manusia itu sama dengan membunuh seluruh manusia, membunuh di sini dimaksudkan baik membunuh orang lain maupun membunuh diri sendiri.

Jangan sekali-kali berniat untuk bunuh diri, meskipun kita sedang menghadapi persoalan yang pelik, bukankah allah sudah mengatakan di balik kesulitan itu pasti ada kemudahan,  “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5)  , jadi kenapa harus putus asa, apalagi bunuh diri.

Wednesday, 27 January 2016

Punya Penyakit Hati, Segeralah Berobat

Penyakit fisik seperti flu, demam, pusing, sakit perut, adalah tanda atau sinyal dari tubuh bahwa ada sesuatu yang tidak beres di dalam tubuh kita, yang harus segera dibereskan alias diobati. 

Jika kita tidak sanggup mengobatinya sendiri maka kita harus berobat ke dokter agar tidak semakin parah. 

Sementara itu penyakit hati (non fisik) seperti iri, sirik, dengki, sombong, memandang rendah orang lain, hasut, dan tidak terima keberhasilan orang lain, adalah tanda atau sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak beres di dalam hati kita. Tentu penyakit hati ini harus segera kita atasi agar tidak semakin parah.

jika kita tidak sanggup memperbaikinya maka sebaiknya konsultasi kepada dokter penyakit hati yaitu ustad atau ustazah. Insya allah dengan bantuan mereka, penyakit hati yang ada di dalam diri Kita akan sirna.

Jangan lupa, untuk menyembuhkan penyakit fisik maupun penyakit hati harus dilandasi keinginan yang kuat untuk sembuh, akan sulit dokter menyembuhkan si pasien yang patah semangat dan hanya pasrah. Sederhanakan, tapi tidak gampang dilakukan.

Jika penyakit hati dapat disembuhkan maka si penderita akan lebih tenang dalam hidupnya, karena orang lain tidak memusuhinya dan akan lebih menghargai keberadaannya dalam Lingkungan pergaulan, sehingga silahturahmi pun terjaga.

Monday, 14 December 2015

Jangan Sepelekan Hutang Sebelum Menyesal

Menganggap sepele hutang adalah perbuatan yang tidak dibenarkan menurut kaedah islam, hutang adalah suatu kewajiban yang harus diatensi secara ekstra, agar supaya mendorong kita sesegera mungkin melunasinya.

Banyak sekali dalil-dalil dalam hadist yang menceritakan betapa konyolnya seseorang jika mati meninggalkan hutang karena semasa hidup menggangap hutang adalah perkara yang kecil.

Sejumlah dalil mengenai kewajiban melunasi hutang ini mengatakan bahwa ketika seseorang mati membawa hutang maka jenazahnya akan tertahan sehingga tidak bisa masuk dalam surga, Ihhh...mengerikan sekali, bayangkan saja tertahan di tempat gelap dan sendirian tanpa bisa berbuat apapun, hanya bergantung pada keluarga yang masih hidup, ya...kalau keluarga melunasi hutang-hutang tersebut tapi bagaimana kalau keluarga cuek dan membiarkan hutang kita itu, karena itulah jangan anggap remeh hutang, segeralah dilunasi atau kalau mau lebih aman tidak usah punya hutang sama sekali.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Sa’ad bin al-Athwal radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Saudaraku wafat dan meninggalkan 300 dinar. Beliau meninggalkan pula anak kecil. Maka aku ingin menginfakkan hartanya kepada anak kecil tersebut. Namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda kepadaku, ‘Sungguh saudaramu tertahan oleh utangnya. Pergi dan lunasi utangnya.’” Beliau berkata, “Aku pergi dan melunasi utangnya. Kemudian aku datang dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, aku telah melunasi utangnya kecuali seorang perempuan mengklaim memiliki piutang atasnya sebanyak 2 dinar, namun dia tidak punya bukti.’ Beliau bersabda, ‘Berilah dia karena dia seorang yang jujur.

hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda
: نَفْسُ المُؤمِنِ مُعَلَّقَةٌ مَا كَانَ عَلَيْهِ دَيْنٌ “
Jiwa seorang muslim tergantung selama ada utangnya.

Jika kita terpaksa harus memiliki hutang karena ada kebutuhan darurat yang harus dipenuhi atau karena sebab lain, ada sebuah doa yang pernah rasul ajarkan kepada Ali bin Abi Thalib, isi dari doa tersebut adalah meminta kepada Allah diberikan kelonggaran dan kemudahan untuk melunasi hutang kita. 

Suatu hari ada seorang budak kesulitan melunasi hutangnya kepada majikan, budak tersebut kemudian menghadap Ali Bin Abi Thalib untuk mendapatkan petunjuk, lalu Ali Bin Abi Thalib berkata, “Maukah aku ajarkan kepadamu kalimat-kalimat yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam kepadaku, sekiranya engkau memiliki utang seperti gunung Tsabir, niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan melunasinya untukmu.
”Beliau melanjutkan, قُل: اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَ أَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ “Katakan, Allahummak finii bihalaalika ‘an haraamika wa aghninii bifadhlika ‘amman siwaak (Ya Allah, cukupilah aku dengan yang halal-Mu daripada yang haram-Mu, dan jadikanlah aku tidak butuh dengan sebab karunia-Mu dari siapa pun selain-Mu).” ( at-Tirmidzi ) .

Doa di atas bisa kita pakai agar mendapatkan kemudahan melunasi hutang kita, tapi tentu kita harus memiliki terlebih dahulu niat kuat untuk melunasinya, perkara bagaimana cara melunasi hutang tersebut biarkan Allah yang maha mengatur yang akan memutuskannya.