Showing posts with label OlahRaga. Show all posts
Showing posts with label OlahRaga. Show all posts

Monday, 3 April 2017

Sang Bintang Dari Benua Hitam

Publik pecinta sepak bola tanah air sempat dikejutkan dengan adanya informasi di sejumlah media tentang keputusan managemen Persib membeli salah satu pemain asal Ghana Michel Kojo Essien dengan nilai yang cukup fantastik yaitu sebesar 11,4 milyar. 

Pemuda asal Afrika yang lahir 34 tahun yang lalu itu akan memperkuat kesebelasan Persib di turnamen liga satu yang Akan berlangsung tidak lama lagi. 

Dengan adanya perjanjian kontak ini maka Persib adalah satu-satunya club sepakbola yang pernah membeli pemain dengan angka terbesar sepanjang sejarah sepak bola tanah air. 

Michel Kojo Essien atau di kenal dengan julukan the Bison ini memiliki segudang pengalaman dan berhasil meraih sejumlah prestasi selama menjadi pemain yang pernah berlaga di ajang UEFA. 

Essien mengawali kariernya dengan bergabung bersama club lokal Ghana Liberty professional. Kemudian tahun 2000, Essien pindah ke Perancis Dan bergabung dengan club Bastia. 

Di club Bastia Essien tampil dalam 60 pertandingan. Tahun 2003 Essien hijrah ke club Olympique lyonnais Dan berhasil membawa club ini menjadi juara liga sebanyak dua kali. 

Tahun 2005 Essien bergabung dengan Chelsea dengan bandrol £24,4 juta, saat itu Essien telah menjelma menjadi pemain termahal asal Afrika. 

Selama Essien di Chelsea, club it berhasil menyabet beberapa gelar juara, diantaranya memenangkan liga utama inggris 2006 dan 2010, juara tiga kali piala FA, juara satu Kali piala liga sepak bola inggris, tahun 2008 turut memperkuat di babak final liga champions UEFA. 

Essien termasuk pemain serba bisa, namun lebih sering berperan sebagai gelandang, dengan kemampuan tehnik yang tinggi serta fisik yang prima, pemain berpostur 178 cm ini acapkali turun naik lapangan, baik membantu serangan di area lawan maupun menghalau serangan dari lawan,Tidak heran Essien pernah dinobatkan sebagai pemain terbaik Ghana. 

Rasanya publik pecinta sepak bola tanah air banyak yang tidak sabar ingin melihat kepiawaian Essien mengolah si kulit bundar di lapangan hijau. Semoga saja kedatangan Essien ini bisa Membawa angin segar bagi perkembangan sepak bola tanah air.

Sunday, 24 January 2016

Cari Jogging Track Yang Tepat ?, Cobalah Ke Puncak


Minggu pagi saya jogging di seputar halaman lembah hijau hotel dan resort yang terletak di jalan Puncak Raya Ciloto, Jawa barat, kebetulan cuaca pagi tadi sedikit mendung, matahari hanya sebentar keluar, habis itu bersembunyi di balik awan yang tebal agak kehitam-hitaman. 

Halaman lembah hijau hotel dan resort sangat luas sekali sehingga cocok dijadikan jogging track, apalagi jalannya naik turun, saya sengaja cari track yang tidak rata supaya keringat cepat keluar karena tentu perlu power yang lebih dibandingkan jogging di jalan yang rata. 

Sangat berbeda rasanya jogging di kawasan puncak yang udaranya masih sangat segar dibandingkan jogging di jakarta. di jakarta kita seringkali harus menutup hidung dikala sedang jogging, karena asap dari knalpot mobil yang melintas membuat nafas jadi sesak, belum lagi kualitas udara Jakarta yang saat ini sangat memprihatinkan. 

Mestinya jogging di area Puncak itu dilakukan tiga kali dalam seminggu, pasti manjur buat buang racun dalam tubuh melalui keringat. 

Sayangnya udara dingin di Puncak bikin selera makan jadi lebih besar, makanya bagi yang lagi diet, sepertinya puncak bukanlah tempat yang tepat, sudah capek-capek olahraga buat buang lemak dan teman-temannya, tapi pas makan tetap saja dua bakul, jadinya percuma, saya sendiri ngak kuat kalau harus menahan selera makan apalagi di daerah yang udaranya dingin seperti Puncak, saya pilih banyak melakukan olahraga dari pada menahan selera makan, saya kira yang penting jangan lupa berolahraga, soal selera makan bisa di siasati.

Monday, 4 January 2016

Rio Haryanto Akan Berlaga di Ajang Formula 1


(Sumber Foto Twitter Rio Haryanto) Luar biasa kiprah pembalap muda Indonesia satu ini, meski usianya baru 22 tahun tapi prestasinya diajang balap Mobil sungguh membanggakan, bahkan terakhir ini, Rio telah diberikan satu tiket untuk bisa mengikuti ajang super racing car yaitu formula 1, Rio hanya membutuhkan dana sekitar 150 milyar lagi untuk bisa join diajang balapan bergensi tersebut. 

Seperti diketahui bahwa selain menjuarai event balapan di Austria, Rio juga berhasil menang di Bahrain. 

Tercatat prestasi terbaik Rio adalah berhasil finis di Urutan kelima pada GP Valencia, 23 Juni 2012. 

Setelah beberapa Kali menang, prestasi Rio pun sempat menurun, tahun 2013 Dari 22 Kali event balapan, hanya Lima Kali Rio meraih poin. 

Di tahun 2014 prestasi Rio masih belum membaik, hanya 4 Kali naik podium dengan posisi ranking 15. 

Kemudian tahun ini tepatnya hari Minggu 21 Juni 2015 lalu, Rio berhasil memenangkan balapan di Sirkuit Red Bull Ring Austria. Kemenangan itu membawanya ke peringkat tiga klasemen dengan raihan 70 poin. Rio hanya ada di belakang Alexander Rossi asal Amerika Serikat dan Stoffel Vandoorne asal Belgia. 

Marilah Kita doakan Pahlawan muda yang satu ini bisa mewujudkan impiannya selama ini yaitu berlaga di ajang formula 1, amin.

Saturday, 2 January 2016

Cara Agar Anak Suka Berenang




Melihat Abil anak saya tidak mau berhenti berendam di kolam berenang portabel padahal sudah 3 jam lebih jadi ingat pepatah "buah jatuh tidak jauh dari pohonnya", mirip sekali dia dengan saya ketika saya kecil dulu, kalau sudah main air pokoknya enggak mau berhenti meskipun badan sudah kedinginan, makanya dulu sering dimarahin orang tua dan paman. 

Saya lihat tangan Abil sudah mengkerut dan bibirnya juga sudah agak kebiru-biruan, meski demikian dia tetap berendam di dalam kolam, karena tadi saya khawatir dia sakit, akhirnya saya gendong Abil dan saya bawa ke kamar mandi untuk bilas badannya yang sudah dingin kayak es. 

Saya memang sengaja mengeluarkan kolam portabel setiap hari sabtu dan minggu, agar Abil bisa bermain air di dalamnya, saya lihat dia begitu senang bermain air. 

Saya berharap nantinya Abil gampang mempelajari tehnik berenang, maka dari itu saya beli kolam portabel agar Abil bisa mengenal air sejak dini. 

Kebetulan sampai sekarang saya masih suka berenang, nanti kalo Abil berumur lima tahun, saya akan ajari Abil berenang, dan jika diperlukan saya masukan dia ke kursus berenang. Saya membayangkan akan sangat menyenangkan sekali, melakukan hobi ditemani anak yang juga menyukai hobi yang sama.

Friday, 25 September 2015

Main Lagi Sepi Tapi Tetap Saja Keringatnya Banyak

Kemarin malam rada sepi yang main badminton, mungkin karena bertepatan dengan lebaran idul adha jadinya pada malas untuk latihan, lebih baik nyate di rumah atau makan ketupat di rumah tetangga pikir mereka. Bukan hanya teman-teman yang ngak datang tapi para pemain yang sewa lapangan sebelah kanan dan kiri pun pada ngak datang, jadinya semalam main puas banget, satu orang bisa main sampai 3 set, keringat sudah kayak air terjun, mengucur deras membasahi semua anggota tubuh, makanya baju basah kuyup, untungnya bawa 3 salinan. Kebetulan semalam si ale dan divi datang, mereka punya kualitas main yang baik, nafasnya juga lumayan panjang, ke arah manapun cock dari kita mampu dikejar oleh mereka, pukulan smash saya dan patner mereka balikin trus, rasanya seperti main lawan tembok, cock melayang kesana kemari, permainan dirasa terasa alot, jarang sekali mati, saling serang dan jual beli pukulan diterapkan, sebenarnya stamina saya sudah mulai habis tapi saya putuskan untuk selalu menyerang agar lawan tidak memiliki kesempatan menyerang duluan, point begitu keritis makanya agak maksa, pokoknya cock melambung langsung dihajar, kalau pun terpaksa harus melambungkan cock, maka cock kita loop ke belakang sehingga kita bisa siap ketika serangan datang dari lawan, selain itu kita juga menimalisir kesalahan sendiri, jangan sampai sering bunuh diri. Setelah melalui perjuangan panjang akhirnya kita bisa mengalahkan lawan, angka kemenangan hanya selisih 2 angka saja. Seru sekali pokoknya kemarin malam.

Thursday, 17 September 2015

Main tiga kali, capeknya minta ampun

Hari ini badan terasa lebih capek dari pada kamis minggu lalu, entahlah saya sendiri ngak tau sebabnya, padahal main hanya 3 set sama seperti minggu lalu. Seperti biasa di hari kamis mulai jam 20.00 wib sampai dengan jam 22.00 wib, saya dan teman-teman kantor main badminton di hall depan kantor, tadi sih cukup ramai yang hadir, meski demikian setiap orang bisa main lebih dari dua set, saya pun tadi main tiga set, dua set di lapangan yang kita sewa, sementara satu set lagi di lapangan paling ujung, bergabung dengan bapak-bapak usia 50 an tapi stamina dan pukulannya bagus-bagus. Ketika selesai main dua set, saya belum merasa capek tapi setelah nambah satu set lagi badan terasa berat, langkah pun jadi susah, banyak pukulan-pukulan dari lawan ketika main di set ke tiga tidak mampu saya kejar, untunglah tadi masih punya sisa-sisa tenaga untuk menekan lawann dengan smesh dan lop serang sehingga akhirnya bisa menang. Saya tidak tau kenapa setelah main set ketiga tiba-tiba badan jadi drop, padahal makan sudah, minum juga sudah, mungkin tadi kurang pemanasan atau mungkin isthirahat satu dua hari kemarin tidak berkualitas, atau bisa jadi karena saya kebanyakan makan jengkol muda kemarin malam, saya sempat mencret paginya saat bangun tidur, kemudian boker dua kali di kantor tadi siang, mencet juga, mungkin inilah yang disebut kejengkolan atau mabuk jengkol. Minggu depan sepertinya harus isthirahat cukup satu dua hari jelang jadwal main badminton, dan tak lupa untuk menjauhi jengkol agar supaya badan tidak loyo seperti sekarang.

Thursday, 10 September 2015

Pegal-pegal habis olahraga, inilah sebabnya

Banyak teman saya yang mengeluh tubuh mereka terasa remuk seperti habis di gebukin orang sedunia, sehari atau dua hari setelah berolahraga, setiap sendi terasa pegal linu dan ngilu, keluhan ini disampaikan oleh teman saya yang sering olah raga maupun yang jarang atau tidak pernah sama sekali olahraga. Makanya banyak dari teman-teman yang malas diajak berolahraga, karena takut badannya pegal-pegal, memang tidak nyaman rasanya ketika mengalami kondisi ini , karena setiap mau bergerak, seperti jalan kaki, menggangkat sesuatu, menunduk, dll, rasanya ngak enak sekali. Kenapa  tubuh pegal-pegal satu atau dua hari setelah olahraga ?, dan apakah yang harus dilakukan ketika mengalaminya ?. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, saya mengambil penjelasan dari seorang pakar olah raga sekaligus penulis buku Exercise Cure Jordan metzi MD. Menurut Jordan rasa pegal satu atau dua hari setelah berolah raga adalah karena terjadi peradangan otot, tubuh kita kemudian merespon peradangan ini dalam jangka waktu empat sampai lima hari. Pada hari pertama tubuh merespon bagian yang cidera dengan melepaskan hormon cytokines yang akan memicu sel melakukan penyembuhan terhadap area otot yang meradang, di saat yang sama hormon prostaglandins yang ada dalam tubuh mengirimkan darah ke area tadi, tujuannya sama yaitu untuk menyembuhkan otot yang radang. Biasanya migrasi sel ke otot yang radang berlangsung selama 24 jam pasca olahraga, kemudian di hari kedua, sel yang telah mencapai area otot yang meradang akan meningkat jumlahnya dan di saat itulah proses penyembuhan dimulai, karena itulah rasa pegal akan dirasakan semakin mengila dalam rentang waktu tersebut. Nah..artinya anda tidak usah binggung kalo merasakan tubuh pegal-pegal setelah berolahraga, karena tubuh anda sedang bekerja menyembuhkan peradangan otot yang terjadi pada tubuh anda, jika ingin segera meringankan rasa pegal tersebut, anda jangan hanya diam saja tapi harus melakukan suatu aktifitas misalnya jalan kaki, main sepeda, senam ringan, dan jangan lupa tetap terus berolahraga. Biasanya rasa pegal akan hilang dengan sendirinya dalam dua atau tiga hari, tapi jika rasa pegal ngak hilang dalam seminggu lalu ada perubahan warna pada urine segeralah periksakan diri ke dokter. Semoga bermanfaat

Seru permainan malam ini, keringat pun mengucur deras

Malam ini jadwal latihan badminton, saatnya buang racun via keringat, setelah seminggu makan tanpa pantangan, tentu beragam sampah numpuk di dalam badan, sisa-sisa makanan yang tidak bisa dicerna tubuh harus segera dikeluarkan, bahaya kalo dibiarkan lama, pasti jadi penyakit. Beberapa teman yang minggu lalu absen, sekarang pada datang, malam ini sepertinya bakalan seru, kalo mainnya seru pasti keringat akan lebih banyak keluar. Kebetulan malam ini saya main dengan bapak-bapak di lapangan sebelah, meski usia mereka sudah kepala 5 tapi teknik main dan staminanya luar biasa, dari awal main mereka sudah melancarkan serangan dengan smesh dan pukulan-pukulan cepat terarah, saya kebetulan dapat patner anak muda bernama tommy yang punya senjata andalan yaitu smesh yang keras, fisiknya sih kecil, kurus, mungkin inilah yang membuat lawan susah mengembalikan smesh mautnya, karena pasti lawan tidak menyangka kerasnya smeshan tommy ini. Saya sudah mewanti-wanti dari awal agar kami menyerang terus agar lawan tidak punya kesempatan menyerang duluan, dan ternyata strategi tersebut membuahkan hasil, lawan jadi panik ketika serangan demi serangan kita lontarkan ke mereka, meski demikian lawan tidak mudah untuk dimatikan, mereka terus mencoba memancing kita agar mengangkat bola sehingga mereka bisa menyerang balik, tapi kita sudah komitmen untuk menekan terus dan melakukan netting agar mereka mau tidak mau yang mengangkat cock ke belakang. Dari sejak awal permainan perbedaan angka selalu tipis, kejar-kejaran angka terus terjadi, bahkan kita sempat ketinggalan 3 angka karena kita sering melakukan kesalahan sendiri, tapi kemudian kita mengambil strategi baru, tidak perlu terburu-buru membunuh lawan, yang penting kita selalu menyerang bukan diserang, melalui perjuangan yang keras akhirnya kami bisa menutup game tersebut dengan jumping smesh yang saya lakukan, pada saat tangkisan lawan melambung tanggung di tengah lapangan, ketika mencoba mengembalikan smesh tommy. Tenaga saya cukup terkuras malam ini, mendapatkan lawan yang cukup tangguh, keringat mengucur deras, seluruh badan basah, termasuk celana dalam saya jadi lepek, untung saya bawa ganti, kalo tidak bisa masuk angin sampe di rumah, kebetulan minggu ini saya bawa motor. Meski badan terasa Capek karena permainan cukup seru tapi bawaan badan terasa sangat segar sekali., semoga minggu depan mainnya lebih seru lagi. Ngantuk eii...tidur dulu ya. See u

Thursday, 3 September 2015

Buang keringat tiga kali seminggu

Seperti biasa di hari kamis ini saya buang keringat di hall badminton yang ada di samping kantor, rutinitas mingguan di hari kamis ini mulainya sekitar jam 20.00 wib sampai jam 22.00 wib, beberapa rekan kerja yang bergabung dalam komunitas buang keringat ini nampak banyak yang berhalangan hadir hari ini, namun tentunya absennya mereka tidak mengurangi semangat kita untuk melakukan aktifitas buang keringat malam ini. Yang saya maksud aktifitas buang keringat adalah main badminton, sebuah olah raga yang kebetulan banyak disukai orang di lingkungan kantor saya, alasan kenapa banyak yang suka adalah karena badminton ini adalah olahraga permainan yang mengasyikan, ngak mahal, selain itu hallnya deket kantor. Saat ini teman-teman sudah mulai terlihat serius ketika bermain meskipun ketika main mereka terlihat tertawa cekakak-cekikik, yang saya maksud serius disini adalah keinginan untuk mengalahkan lawan sudah mereka miliki , berbeda dengan awal-awal dulu, mereka bermain tanpa hasrat untuk menang sehingga permainan mereka pun terlihat garing alias monoton tanpa soul makanya ditonton juga ngk enak, keringat mereka pun yang keluar hanya secuil, dulu sering saya stimulasi 'keseriusan' teman-teman dengan taruhan pocarian, siapa yang kalah bayar pocari, supaya muncul atmosphere kompetisinya, dan stimulasi tersebut cukup berhasil, permainan jadi lebih seru, rasa ingin menumbangkan lawan muncul, dan keringat lebih banyak keluar. Sejak tiga bulan terakhir kami sengaja menyewa satu lapangan lagi buat hari kamis, karena jadwal selasa yang sudah ada sebelumnya rasa-rasanya kurang maksimal buat buang keringat, maklumlah kita semua termasuk yang ngak punya pantangan ketika makan makanya harus diimbangi dengan aktifitas olah raga, cukuplah dua kali seminggu plus satu kali joging di rumah buat bakar lemak dan kalori dalam tubuh, tinggal sekarang jaga semangat agar tidak bosan berolahraga.

Monday, 10 August 2015

Edisi kemerdekaan,bangga Indonesiaku,profile Utut Adianto

(Sumber foto en.chessbase.com) 
Grandmaster Indonesia yang pernah berperingkat tertinggi di dunia ini, lahir 16 maret 1965, dia dianggap sebagai salah satu pecatur terbaik yang dimiliki Indonesia, namanya Utut Adianto. Saat berhasil meraih gelar grand master Utut menjadi pecatur termuda yang berhasil meraih prestasi tersebut, yaitu pada usia 21 tahun, meskipun kemudian pecatur lainnya Susanto Megaranto memecahkan rekor itu dengan meraih gelar grand master pada usia 17 tahun. Utut sempat menjadi grand master super pada tahun 1995-1999, dengan rating ELO saat itu melebihi 2600. Ayah Mekar Melati Mewangi ini pernah masuk peringkat 100 besar dunia di tahun 2001 dengan rating ELO 2598. Utut Adianto yang dijuluki The Iron Determination ini  menjuarai Biel Chess Festival  kategori  Master Tournament pada tahun 1994, hingga kini belum ada pecatur Indonesia lainnya yang mampu  menjadi juara turnamen ini, hal inilah yang membuat Utut bertengger di level teratas sebagai pecatur Indonesia, prestasinya belum tertandingi oleh pecatur Indonesia lainnya. Utut beberapa kali ikut kejuaraan catur dunia mewakili Indonesia, dan sembilan kali ikut di ajang Olimpiade Catur, Utut pun pernah bertanding head to head melawan legenda catur kelas dunia seperti Anatoly Karpov, Gary Kasparov, dan melawan juara dunia catur sekarang Viswanathan Anand dan segudang Grand Master top dunia  lainnya. tanggal 1 Julu 1993 bersama sejumlah rekannya, utut mendirikan sekolah catur Utut Adianto, sekolahnya tersebut telah melahirkan sejumlah pecatur nasional.

Sunday, 9 August 2015

Edisi kemerdekaan, bangga Indonesiaku, profile Ellyas Pical

(Sumber foto www.indonesianfilmcenter.com)
Di era 80 an ada satu petinju yang selalu menjadi pusat perhatian semua orang saat dia bertanding, jutaan pasang mata akan menyaksikan di depan layar kaca setiap perjuangan petinju ini untuk memenangkan pertandingan, namanya ellyas pical, dialah juara dunia pertama asal Indonesia, lahir di saparua maluku tengah 24 Maret 1960 silam, elly panggilannya saat kecil memang cinta dengan olahraga tinju, kecintaannya pada olahraga tinju karena dia sering menonton pertandingan-pertandingan tinju di TVRI, petinju favoritnya adalah Muhammad Ali. Sejak umur 13 tahun elly menggeluti olahraga tinju, meski saat latihan harus sembunyi-sembunyi karena orang tuanya melarang, namun hal itu tidak mematahkan semangatnya untuk berlatih. Saat masih menjadi petinju amatiran, elly selalu menjadi juara baik tingkat kabupaten sampai kejuaraan piala presiden. Tahun 1983 elly memulai karier profesionalnya di kelas bantam junior, skillnya sebagai petinju yang mumpuni membuat kariernya melesat, sederet prestasi tingkat dunia berhasil digenggamnya, juara OPBF 1984 setelah menang angka dari petinju Korea selatan Hi-yung Chung, kemenangan inilah membuat petinju asal Saparua ini me orang pertama asal Indonesia yang berhasil meraih gelar internasional di luar negeri. Elly terkenal dengan pukulan hook dan uppercut kirinya yang cepat dan keras, awak media menjuluki elly The Exocet, nama rudal perancis yang dipakai Argentina dalam perang malvinas. Tahun 1985 elly merebut sabuk juara kelas bantam yunior dari petinju korea Chun Ju Do di jakarta, di tahun yang sama elly berhasil mempertahankan gelar setelah menang melawan petinju Australia Wayne Mulholland. Pada pertandingan berikutnya Elly harus mengakui keunggulan petinju republik Dominika Caesar Polanco dengan kalah angka, namun elly berhasil membalas kekalahannya dengan menang KO atas Caesar Polanco pada pertandingan kedua 5 Juli 1986. Setelah mempertahankan gelar melawan petinju Korea Selatan Dong Chun Lee, langkah elly pun terhenti setelah kalah KO pada ronde 14 melawan petinju Thailand Khaosai Galaxy tahun 1987, kekalahan kali ini sempat membuat elly depresi, namun elly kembali bangkit dan dia berhasil merebut gelar IBF kelas bantam yunior dari sang juara bertahan Tae ill Chang dari Korea Selatan, gelar ini sempat dipegang Elly selama dua tahun. Pada tanggal 4 Oktober 1989 Elly terbang ke Virginia Amerika Serikat bertanding mempertahankan gelar melawan Juan Polo Perez dari Kolombia, sayangnya Elly kalah angka di pertandingan tersebut. Pasca kekalahannya terhadap Perez, Elly sempat 3 kali mengikuti pertandingan tinju non gelar, setelah itu Elly kemudian secara perlahan mundur dari dunia tinju. Sepanjang karier profesionalnya, rekor Elly adalah 20 kemenangan (11 KO), 1 seri, dan 5 kekalahan.

Edisi kemerdekaan, bangga Indonesiaku, profile Rudy Hartono

(Sumber foto www.indonesiafilmcenter.com )
Sejumlah prestasi anak bangsa yang membanggakan indonesia telah terukir, mereka membawa harum nama bangsa di negeri orang, seluruh dunia bisa mendengarkan lagu Indonesia Raya dikumandangkan, salah satu putra terbaik itu adalah Rudi Hartono. Berbagai prestasi internasional di bidang olah raga bulutangkis telah ditorehkannya dalam tinta sejarah, berikut adalah sejumlah prestasi Rudi Hartono : tunggal putra All England 8 kali (1968, 1969, 1970, 1971, 1972, 1973, 1974, dan 1976). Runner-Up All England 2 kali (1975, 1978) Juara bersama Tim Indonesia dalam Thomas Cup 4 kali (1970, 1973, 1976 dan 1979) Juara Dunia World Championship, 1980 Juara Denmark Open 3 kali (1971, 1972, 1974) Juara Canadian Open 2 kali (1969, 1971) Juara US Open, 1969 Juara Japan Open, 1981. Rudy lahir dari keluarga yang suka Bulutangkis, bapaknya Zulkarnain Kurniawan adalah atlit bulutangkis profesional yang pernah bermain di divisi utama Surabaya. Zulkarnain melihat bakat dan minat rudy begitu besar terhadap bulutangkis hal tersebut nampak ketika rudy berumur 11 tahub, sehingga Zulkarnain memasukkan rudy ke dalam club bulutangkis miliknya sendiri yaitu club bulutangkis oke, mulai dari sinilah rudi kecil memperoleh berbagai ilmu dan strategi dalam permainan bulutangkis, setelah berlatih di club oke ,Rudy memutuskan untuk pindah ke klub bulu tangkis yang lebih besar yaitu Rajawali Group yang telah banyak menghasilkan pemain bulu tangkis dunia profesional, dan kemudian Di akhir tahun 1965, Rudy lantas bergabung dengan Pusat Pelatihan Nasional untuk Thomas Cup, di tempat inilah rudy digembleng total untuk meningkatkan skill permainan dan juga melatih mental, dan ternyata benar kemampuan rudy maju pesat, tidak heran rudy pun menjadi salah satu personil tim thomas cup yang berhasil menjadi juara di tahun 1967, Setahun kemudian, di usia 18 tahun, rudy meraih juara yang pertama di Kejuaraan All England mengalahkan pemain Malaysia Tan Aik Huang dengan skor 15-12 dan 15-9. kemudian menjadi juara All England di tahun-tahun berikutnya hingga 1974. Kunci keberhasilan rudy adalah kerja keras yang maksimal, kemudian di barengi dengan kekuatan fikiran yang ditopang keimanan yang baik, rudy percaya sekali jika manusia berusaha maksimal maka tuhan akan memutuskan yang terbaik buat manusia tersebut.

Saturday, 30 May 2015

sepak bola Indonesia 'mati suri'

Sore ini FIFA akhirnya menjatuhkan sanksi bagi PSSI setelah batas waktu pencabutan pembekuan PSSI oleh pemerintah berakhir, dengan keluarnya surat FIFA pertanggal 30 mei 2015 sejumlah larangan aktivitas sepak bola tanah air mulai berlaku. Tim sepak bola Indonesia tidak bisa bertanding ke luar negeri, tidak pula bisa mendatangkan tim sepakbola dari luar negeri, sejumlah fasilitas yang biasanya diberikan FIFA untuk PSSI seperti pelatihan wasit, pelatihan pemain dan bantuan dana dicabut, sanksi ini diberikan sampai batas waktu tidak ditentukan. Satu satunya jalan agar sanksi FIFA ini dicabut adalah pemerintah segera mencabut pembekuan aktivitas PSSI dan memberikan izin kepada PSSI untuk melakukan pertandingan lagi seperti sediakala. Sementara itu presiden jokowi mendukung sanksi FIFA tersebut, presiden menyatakan Indonesia tidak perlu mengikuti event internasional, sebaiknya benahi dulu sepak bola tanah air. Terlepas dari siapa yang benar atau salah dari hal ini yang jelas masyarakat indonesia sejak dari dulu cinta sepak bola, dan kecintaannya tersebut tidak akan hilang meskipun FIFA mengeluarkan sanksi seperti di atas, semoga badai ini cepat berlalu.

Sanksi FIFA untuk PSSI

Akhirnya fifa menjatuhkan sanksi untuk PSSi, di bawah ini adalah surat putusan sanksi dari FIFA .

Nasib Pesepakbola Indonesia

Kasihan juga lihat sejumlah pemain sepak bola nasional Indonesia, mereka terpaksa harus turun strata demi mendapatkan uang untuk menghidupi keluarga setelah menpora membekukan semua pertandingan sepak bola tanah air yang selama ini dikelola oleh PSSI. Beberapa diantara mereka menyatakan terpaksa harus menerima tawarin main antar kampung atau lebih dikenal dengan sebutan tarkam agar mendapatkan penghasilan, contohnya maman abdurahman dan ramdani lestaluhu yang terlihat main dalam kompetisi TARKAM di lapangan pagedangan tangerang banten, dalam pertandingan yang sempat ricuh tersebut tampak pula beberapa pemain legiun asing turut bertanding, sementara itu tampak tujuh pemain profesional bermain di liga amatir yang berlangsung di lapangan bola desa Sidoredjo kecamatan ponggok kabupaten blitar jawa timur, mereka adalah Kuncoro asal Arema Malang, Nanda, Darsono, Nuraini dan Bashori asal club PSBK Blitar serta dua pemain lain dari Sidoardjo dan Tulung Agung. entah sampai kapan kondisi ini akan berlangsung, tidak ada kejelasan yang pasti kapan pembekuan pssi akan mencair, beberapa hari lalu sempat ada harapan ketika menpora Imam Nachrowi dipanggil oleh wapres Jusuf Kalla, namun harapan tersebut pupus setelah menpora mengatakan bahwa keputusannya membekukan PSSI tetap dilakukan apalagi presiden Jokowi menyeahkan sepenuhnya kepada menpora untuk pembenahan PSSI, artinya presiden mendukung penuh pembekuan atas PSSI, bahkan kemarin presiden meminta kepada Menpora untuk menghidupkan liga liga daerah selama pembekuan PSSI berlangsung. Satu hal yang sangat dikhawatirkan semua pihak adalah pembekuan PSSI oleh pemerintah ini akan meyebabkan FIFA menjatuhkan sanksi terhadap PSSI, meski pada kongres FIFA 28-29 Mei 2015 di Zurich tidak dibahas masalah pembekuan PSSI namun bukan berarti akan bebas dari sanksi FIFA karena pembekuan PSSI oleh pemerintah jelas jelas pelanggaran terhadap statuta FIFA no 13 dan 17 mengenai larangan campur tangan pihak ketiga terhadap aktivitas asosiasi sepak bola dibawah naungan FIFA disetiap negara. Jika sanksi ini turun maka nasib pemain sepak bola Indonesia semakin merana.